Petugas Karantina Hewan melakukan pemeriksaan hewan kurban menjelang pelaksanaan Idul Adha. ( Lendoot.com).

Karimun, Lendoot.com – Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau hingga saat ini masih zona hijau kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

PMK diketahui menyerang hewan berkuku belah atau genap, seperti sapi, kerbau, kambing dan domba. Kasus PMK saat ini telah tersebar di 232 Kabupaten/ kota di 21 Provinsi wilayah Indonesia.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sukrianto Jaya Putra mengatakan, pertanggal 7 Juli 2022 untuk hewan ternak di Karimun untuk kebutuhan Kurban Idul Adha 1443 Hijriyah masih aman dari PMK.

“Sampai hari ini masih aman, kami minta doa kepada masyarakat agar daerah kami tetap aman,” kata Sukri, Kamis (7/7/2022).

Sukri mengatakan, untuk wilayah Provinsi Kepri, Batam merupakan satu- satunya zona merah PMK. Hal itu, setelah ditemukan kasus PMK yang menyerang 15 hewan ternak.

“Batam sudah 15 sapi terkonfirmasi positif PMK, mereka sudah masuk zona merah,” katanya.

Menurut Sukri, Kabupaten Karimun saat ini tengah menunggu kedatangan 63 ekor sapi (sebelumnya disebutkan 75) dari daerah Natuna. Diprediksi, sapi- sapi itu akan tiba di Karimun, Jumat (8/7/2022) besok.

“Sapi dari Natuna 63 ekor besok tiba di Karimun, hewan- hewan itu sudah ada sertifikat kesehatan dari Karantina. Selanjutnya, sapi- sapi itu akan melalui pemeriksaan kesehatan kembali di Karimun, memastikan terbebas PMK,” ujarnya.

Sukri menegaskan, berbagai upaya terus dilakukan berkerjasama dengan instansi Stasiun Karantina Pertanian.

“Tim dari kami dan SKP terus bersinergi, turun langsung melakukan pengawasan terhadap hewan ternak di Karimun,” ujar Sukri.

Dalam penanganannya, Sukri mengatakan, petugas wajib mematuhi Standard Operating Procedure (SOP) saat melakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak.

“Penyakit PMK ini disebabkan oleh virus yang bersifat merusak jaringan sel, dan bisa tertular melulai udara. Jadi satu petugas yang masuk dalam satu kandang, tidak diperbolehkan masuk di kandang berikutnya,” ujarnya.

Dalam hal ini, virus PMK tidak dapat tertularkan melalui manusia. Melainkan menyerang hewan sapi, kambing, domba, dan hewan pemamah biak.

“Virus PMK tidak menular ke manusia atau bukan termasuk zoonosis. Jadi masyarakat tidak perlu takut, hanya bagi peternak perlu meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya. (rko)