Jelang Nataru, Cabai di Karimun Alami Penurunan Harga

Selain tensi politik dalam negeri, Perang Rusia-Ukraina yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda telah lebih dahulu mempengaruhi harga pangan. Ini karena negara pemasok memilih menutup keran ekspor. Oleh karena itu pasokan pangan harus benar-benar dijaga, demi stabilitas harga di pasar. Terpantau harga sejumlah komoditas pangan, seperti cabai rawit merah, cabai merah keriting, dan telur berangsur turun dan relatif stabil.

Karimun, Lendoot.com – Menjelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, harga cabai di pasar di Kabupaten Karimun mengalami penurunan harga dalam beberapa hari belakangan.

Turunnya harga cabai ini disebabkan karena saat ini stoknya melimpah.

“Cabai lagi banjir (stok melimpah), saat ini lagi musim panen, tentu harganya turun,” kata Kepala Disdagkop, UMKM, ESDM Kabupaten Karimun Basori, Selasa (19/12/2023).

Harga cabai merah turun pada dua pekan sebelumnya mencapai Rp100 ribu per kilogram (Kg), dan sepekan sebelumnya Rp60 ribu per Kg, per hari ini sudah di kisaran Rp50 per Kg.

Demikian juga cabai rawit dari sebelumnya Rp54 ribu per Kg menjadi Rp50 per Kg. Sedangkan cabai hijau tetap di rentang harga Rp 45 ribu per Kg.

Basori menyebutkan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan kebutuhan bahan pokok aman selama libur Nataru. (yud)