Ilustrasi. (Google.com/Antara].

Karimun, Lendoot.com – Jatah pupuk subsidi untuk untuk wilayah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau jauh dari kebutuhan.

Tahun 2022, Kabupaten Karimun hanya mendapatkan jatah sebanyak 43 ton dari angka kebutuhan mencapai 450-500 ton pertahunnya.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun Sukriyanto Jaya Putra mengatakan, berdasarkan aturan permbatasan dari Kementerian Pertanian, Karimun pada tahun 2022 hanya mendapatkan jatah pupuk subsidi sebanyak 43 ton.

Jumlah itu, untuk dua jenis pupuk subsidi yang telah diatur oleh Kementerian Pertanian, yakni Urea dan NPK.

“Kebutuhan Karimun pertahun itu mencapai 450-500 ton. Sedangkan jatah pupuk subsidi 43 ton, sangat jauh dari kebutuhan,” kata Sukri, Kamis (22/9/2022).

Ia mengatakan, penyaluran pupuk subsidi itu telah dilakukan sejak pekan kedua September kemarin. Dimana, 43 Ton itu disalurkan kepada 143 kelompok tani di Karimun.

“Penerima sudah terdaftar di RDKK, sehingga penyalurannya melalui kartu tani. Data kami, ada sekitar 453 petani Karimun yang masuk sebagai penerima, dengan perkiraan setiap petani menerima 1 atau 2 sak pupuk,” katanya.

Sukri menjelaskan, secara jumlah pupuk subsidi di Karimun dari tahun 2021 lalu mengalami kenaikan, dimana jatah yang diberikan hanya 26 Ton dan kini naik menjadi 43 ton.

Namun, menurutnya angka tersebut masih jauh dari kebutuhan pupuk untuk Karimun dimana, pertahun bisa mencapai 450-500 Ton.

Ia menyebutkab, pihaknya juga melalui APBD 2022 ini telah menganggarkan pengadaan alat pencacah dan hewan ternak sebagai langkah untuk mengurangi pemakaian pupuk non organik.

“Jadi kami sedang gencar melakukan sosialisasi untuk mengarahkan petani mulai beralih menggunakan pupuk organik. Tidak secara langsung, tetapi perlahan mulai kami arahkan penggunaan pupuk organik.

“Kami juga ada pengadaan alat pencacah dan hewan ternak, dimana itu nantinya akan diberikan kepada petani. Mereka bisa beternak dan nantinya dari kotoran hewan itu bisa di gunakan sebagai pupuk,” kata Sukri.(rko)