Peserta sosialisasi pencegahan penempatan PMI non-prosedural. (msa)

Karimun, Lendoot.com – Kasus penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural yang marak di Kabupaten Karimun khususnya dan Provinsi Kepri umumnya menjadi perhatian banyak pihak.

Untuk menekan angka kasusnya, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Wilayah Tanjung Pinang Kepri dab Polres Karimun serta beberapa instansi terkait menggelar sosialisasi pencegahan penempatan non prosedural PMI, Kamis (22/9/2022).

Sosialisasi digelar di ruang rapat utama Polres Karimun ini dihadiri Kepala UPT BP3MI Provinsi Kepulauan Riau Kombes Pol Amingga M Primastito, Wakapolres Karimun Kompol Syaiful Badawi, Kasi Lantaskim Kantor Imigrasi Kelas 2 Tanjungbalai Karimun, Kasat Polairud Polres Karimun, P4MI Kabupaten Karimun, Disnaker Kabupaten Karimun, Personel Lanal Tbk, Babinsa Kodim 0317 Tbk.

Termasuk juga pegawai dan anggota dari perwakilan Kantor Imigrasi Kabupaten Karimun, Babinkamtibmas Polres Karimun, Personel Satpolairud Polres Karimun dan Personel Satreskrim Polres Karimun.

Kasatpolairud Polres Karimun AKP Binsar Samosir menyampaikan paparannya bahwa penempatan PMI  non prosedural dapat mengakibatkan terjadinya potensi perdagangan orang, perbudakan dan kerja paksa.

Termasuk juga eksploitasi, menjadi korban kekerasan, kesewenang-wenangan, kejahatan atas harkat dan martabat manusia, serta perlakuan lain yang melanggar hak asasi manusia (HAM).

Syaiful Badawi juga mengungkapkan bahwa Bhabinkamtibmas bukan hanya hadir pada saat pekerja migrannya bermasalah dan dipulangkan ke Indonesia, tapi juga harus terdepan dalam melakukan deteksi dini.

“Ini sebagai upaya pencegahan terhadap indikasi pemberangkatan Ilegal PMI oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Syaiful Badawi

“Masalah PMI adalah masalah bersama kita semua, mari kita jalin sinergitas, koordinasi, kolaborasi serta komunikasi dalam penanganan upaya pencegahan penempatan non prosedural PMI khususnya diwilayah Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Kepala UPT BP3MI Provinsi Kepri Kombes Pol Amingga M. Primastito. (msa)