Bupati Karimun Aunur Rafiq saat membacakan pidato di sidang paripurna di DPRD Karimun, Senin (29/11/2021) kemarin.

Karimun, Lendoot.com – Pemkab Karimun berencana akan menaikkan kembali besaran insentif atau gaji bagi tenaga honorer di lingkungan kerjanya pada 2022 mendatang.

Sebelumnya Pemkab Karimun terpaksa menurunkan besaran insentif tenaga honorer sebesar 40 persen pasca kondisi keuangan daerah sangat terbatas, tepatnya pada Agustus 2021 lalu.

Besaran insentif bagi tenaga honorer kontrak rata-rata ada yang turun 65 persen. Sebelumnya  sebesar Rp1,8 juta menjadi Rp1,2 juta dan sementara bagi honorer insentif yang sebelumnya Rp1,2 juta menjadi hanya Rp600 ribu.

Rencana kenaikan honor tersebut disampaikan Bupati Karimun, Aunur Rafiq usai mengikuti sidang paripurna di DPRD Karimun, Senin (29/11/2021) kemarin.

“Insentif ada kenaikan, sedang kita hitung dan pagu anggarannya sudah disahkan sehingga dapat dihitung pertahunnya, insya allah pada Januari 2022 akan kita sampaikan besarannya,”  ujar Bupati Karimun Aunur Rafiq.

Ia menyebutkan, besaran kenaikan insentif itu nantinya tidak sama besarannya seperti sebelum dikurangi sebesar 40 persen pada Agustus lalu.

“Belum bisa kembali seperti dulu, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) juga tidak hilang. Insya Allah tetap ada kenaikan yang jauh dari tahun sebelumnya, kalau insentif kemarin Rp. 600 ribu mungkin nanti bisa Rp. 1 juta ke atas,” katanya.

Bupati menjelaskan, bahwa pihaknya sudah semaksimal mungkin untuk kembali menaikan besaran insentif di tahun 2022 mendatang. Meskipun, masih dihadapi keterbatasan keuangan daerah akibat pandemi Covid-19.

Namun, yang masih menjadi kendala pihaknya untuk mengembalikan besaran insentif itu seperti semula adalah kondisi ekonomi yang sampai hari ini masih dalam keadaan sulit akibat penanganan wabah virus tersebut.

“Ditambah saat ini, dana transfer dari pusat yang masih sangat terbatas sehingga Dana Alokasi Umum (DAU) yang diberikan tidak mengalami kenaikan,” katanya.

“Mudah-mudahan, sejalan dengan turunnya pandemi pada tahun depan atau di APBD perubahan perekonomian negara semakin baik, dana transfer pusatnya meningkat sehingga akan memberikan perubahan bagi kita semua,” kata Rafiq.(rko)