Bintan – Kebun anggur dengan konsep Green House yang terletak di Kampung Siantan, Desa Tembeling, Bintan, kini mulai dilirik sebagai destinasi ekowisata baru. Wakil Bupati Bintan, Ahdi Muqsith (akrab disapa Osit), mendorong pengembangan kebun milik warga bernama Izam ini sebagai peluang usaha sekaligus daya tarik wisata.
“Selain menjadi peluang usaha, ini dapat juga menjadi salah satu destinasi ekowisata. Terbukti hampir setiap pekan deretan pohon anggur di sini selalu kedatangan para pengunjung,” ujar seorang pengunung.
Saat ini, Green House tersebut menanam sekitar 30 varian anggur impor, di antaranya Ninel, Catalona, dan Lorano. Izam hanya menjual hasil panennya saat buah siap dipetik, dan banyak di antaranya sudah di-booking oleh konsumen.
Wabup Osit mengaku terkesan dengan pemahaman pemilik kebun yang belajar secara otodidak. “Luar biasa ya, kita dengar dari pemilik tadi sangat paham tentang buah yang cukup mahal ini. Belajarnya otodidak, intinya ada kemauan dan tidak mudah patah arang,” katanya.
Izam menjelaskan, ia telah menekuni usaha ini selama dua tahun. Meski sempat tanpa hasil di tahun pertama, ia terus belajar hingga kini kebunnya menjadi tempat wisata sekaligus healing bagi pecinta anggur.
Ke depan, Izam berencana memperluas lahan dan akan menggandeng BUMDes Tembeling agar peluang usaha dan ekowisata anggur ini dapat berkembang lebih besar. (fji)




