Batam, Lendoot.com – Sejumlah anggota DPRD Kota Batam nenyoroti terkait penyesuaian atau kenaikan tarif listrik yang dilakukan PLN Batam. Hal ini diungkapkan oleh Rapat Dengar Pendapat Umum (RPDU) bersama PLN Batam, Jumat (12/7/2024).
Rapat yang digelar tertutup tersebut itu dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto. Usai rapat, Nuryanto menyoroti beberapa hal di antara terkait sosialisasi kebijakan penyesuaian tarif tersebut.
Politisi PDI-P tersebut meminta keterangan dari PLN dan disebutkan bahwa berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 1 tahun 2017 itu memang diatur tentang kenaikkan tarif.
“Memang sejak tahun itu sampai 2024 belum pernah ada kenaikkan sama sekali. Pertimbangannya sudah pernah diusulkan kenaikkan oleh pihak PLN cuman karena situasi dan kondisi ada pandemi covid dan pasca covid maka belum bisa dinaikkan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan dasar kenaikkan ini karena berdasarkan dari produksinya yaitu energi primernya mulai dari gas, batu bara ternyata ada kenaikkan kurs dollar.
“Kurs dollar dalam Perda Gubernur tersebut angkanya masih di 13 dollar saat ini sudah 16 dollar dan ini selisihnya besar. Mulai tahun 2017 sampai 2024 kalau di akumulasi kan potensi kerugian itu diangka Rp 1.38 triliun,” kata Nuryanto.
DPRD Batam, di satu sisi meminta untuk tidak dinaikkan dahulu. Pihaknya juga menanyakan jika tidak dinaikkan bakal berdampak apa dengan PLN.
“Dan ternyata penyebabnya jika tidak dinaikkan akan mempengaruhi di produksi. Inilah yang kami pertanyakan, artinya perlu sosialisasi dahulu agar warga tidak terkaget dengan kenaikkan tarif ini,” ujarnya.
Langkah selanjutnya DPRD Batam mencoba ke Kementrian SDM dahulu dalam minggu ini. “Kami meminta kepada mereka agar untuk menyosialisasikan agar masyarakat memahami yang terjadi saat ini kan masyarakat terkejut dan hal ini mempengaruhi inflasi,” katanya.
Pihaknya juga meminta data dari PLN Batam untuk membantu menyosialisasikan kepada warga Batam. (rst)




