Batam – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata menyampaikan bahwa pihaknya berencana berencana mengusulkan Khataman Qur’an sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).
“Kami percaya bahwa tradisi ini sangat relevan dengan masyarakat Batam, terutama penduduk asli Melayu yang sangat identik dengan Islam.”
“Melalui pengusulan ini, kami berharap kegiatan ini bisa mendapatkan pengakuan yang lebih luas, dan semakin memperkaya khazanah budaya Batam,” ujar Ardiwinata saat menggelar Khataman Qur’an yang keempat di Dang Anom Batam Centre, Jumat (20/3/2025).
Khataman Qur’an ini diharapkannya tidak hanya menjadi kegiatan ibadah, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kesadaran budaya dan keagamaan di masyarakat.
Seiring waktu, acara ini telah menjadi bagian penting dalam kalender keagamaan di Batam. Kegiatan ini bukan hanya berbicara soal ibadah, tetapi juga bagaimana melestarikan budaya yang mendalam nilai-nilainya, serta menghubungkan generasi muda dengan akar budaya Islam yang kaya.
Dengan semangat untuk menjaga tradisi dan budaya Islam, Disbudpar Kota Batam juga berharap kegiatan seperti Khataman Qur’an dapat terus dilaksanakan dan menjadi salah satu ikon penting dalam pelestarian budaya di Batam.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya berbicara soal ibadah, tetapi juga bagaimana melestarikan budaya yang mendalam nilai-nilainya, serta menghubungkan generasi muda dengan akar budaya Islam yang kaya,” tutup Ardiwinata.
Dengan pengusulan ini, Disbudpar berharap Khataman Qur’an bisa semakin dikenal dan dihargai sebagai bagian dari warisan budaya Batam yang harus dilestarikan.
Ardiwinata, dalam sambutannya juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Plt. Sekretaris Disbudpar, Ratnasari Tarigan, serta seluruh pegawai Disbudpar yang telah menjaga dan melestarikan tradisi Khataman Qur’an yang dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya.
“Tradisi Khataman Qur’an ini adalah bagian dari upaya kita untuk menjaga dan memperkuat identitas budaya Islam di Batam. Meskipun cuaca tidak mendukung dan acara harus dipindahkan, semangat kita untuk melaksanakan Khataman Qur’an tetap tinggi,” ujar Ardiwinata.
Acara Khataman Qur’an merupakan tradisi membaca Al-Qur’an secara bersama-sama dengan tujuan menghatamkan Al-Qur’an dalam satu waktu. Selain menjadi bentuk ibadah, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman agama Islam serta mempererat hubungan antarumat Muslim. Kegiatan ini sering kali digelar pada momen-momen penting seperti bulan Ramadan. (rst)




