Tanjungpinang, Lendoot.com – Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang menyikapi kenaikan beberapa merek beras premium di Kota Tanjungpinang beberapa waktu terakhir.
Kepala Disdagin Tanjungpinang, Riany mengatatakan kondisi ini terjadi karena ada kenaikan harga beras dari daerah penghasil. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kenaikan tersebut dipengaruhi oleh faktor cuaca yang menyebabkan kekurangan panen.
Sementara untuk ketersediaannya, beberapa merek beras masih terbilang aman menjelang Puasa Ramadan 2024 ini. Riany minta masyarakat tidak perlu melakukan panic buying, karena kenaikan harga beras premium tidak disebabkan oleh keterbatasan persediaan. Namun lebih kepada faktor cuaca yang menyebabkan panen tidak optimal, dan kondisi ini terjadi hampir di seluruh daerah.
Berdasarkan pantauan lapangan, lanjut Riany, komoditi gula pasir tidak mengalami kenaikan dan masih stabil pada harga Rp 15.000 sampai dengan Rp 16.000 per kilogram. Komoditi lainnya seperti bawang merah Jawa, bawang merah India, dan bawang merah Birma berdasarkan pantauan harga minggu lalu justru mengalami penurunan antara 3,57 persen sampai dengan 4,90 persen.
“Berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat Tanjungpinang, pasokan kebutuhan pokok masih terjamin. Bahkan kami hitung masih mencukupi untuk menghadapi kebutuhan selama bulan puasa, yang biasanya justru meningkat,” tutur Riany. (*/amr)




