Cuaca Ekstrem, BPBD Karimun Imbau Warga Waspada Pohon Tumbang dan Gelombang Tinggi

Pusat Meteorologi Maritim BMKG memberikan peringatan tersebut kepada masyarakat yang berada di Batam, Bintan, Tanjung Pinang, Karimun, dan Lingga, Kamis (15/6/2023). Hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat dan petir serta angin kencang diprediksi terjadi pada pukul 07.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB. Sementara cuaca di beberapa perairan di Kepri diprediksi berlangsung hujan sedang. Sementara itu, kecepatan angin diperkirakan mencapai dua hingga 15 knots dengan arah angin dominan dari tenggara hingga barat daya.

Karimun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karimun mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda wilayah Kepulauan Riau dalam sepekan ke depan.

Hal ini menyusul meningkatnya intensitas hujan disertai angin kencang yang mulai memicu sejumlah insiden di wilayah pemukiman dan jalan raya.

Langkah antisipasi ini diambil untuk meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerugian materiil akibat fenomena alam yang kerap terjadi di awal tahun.

Menanggapi insiden tertimpanya satu unit mobil di depan Masjid Baitul Taqwa pagi tadi, Kepala Pelaksana BPBD Karimun menginstruksikan tim satuan tugas untuk melakukan penyisiran terhadap pohon-pohon yang dianggap rawan tumbang.

“Kami menghimbau masyarakat, terutama pengendara, untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalur yang banyak pohon besar. Jika hujan deras disertai angin kencang, sebaiknya berhenti sejenak di tempat yang aman dan jauh dari pepohonan atau papan reklame,” ujar Hendra selaku Kepala Bidang di BPBD Karimun, belum lama ini.

BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk segera melakukan pemangkasan (pruning) pada dahan pohon yang sudah tua atau yang pangkalnya terlihat rapuh akibat pelapukan.

Selain ancaman di darat, cuaca ekstrem juga berdampak pada kondisi perairan. BMKG memprediksi adanya peningkatan tinggi gelombang di perairan Kepulauan Riau yang dapat mencapai 1,5 hingga 2,5 meter.

Nelayan dan operator transportasi laut (kapal pancung dan speedboat) diingatkan untuk memantau prakiraan cuaca. Selalu mengecek update terbaru dari BMKG sebelum melaut. Alat keselamatan seperti life jacket tersedia dan berfungsi dengan baik.

Jangan memaksa melaut dan segera mencari perlindungan di pulau terdekat jika cuaca memburuk secara tiba-tiba di tengah laut.

 Sinergi antara kewaspadaan masyarakat dan kesigapan petugas diharapkan dapat menjaga situasi di Kabupaten Karimun tetap kondusif di tengah tantangan cuaca awal tahun ini. (*/msa)