Ilustrasi Kemenkes lakukan persiapan menghadapi cacar monyet. (kemenkes.go.id)

Tanjung Pinang, Lendoot.com – Pengawasan prang yang masuk dari pelabuhan internasional Tanjung Pinang diperketat, seiring kabar mengenai penyebaran penyakit cacar monyet, atau monkeypox.

Salah satunya ini yang dilakukan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Tanjung Pinang mulai melakukan pengawasan ketat penyebaran penyakit cacar monyet di Pelabuhan Sri Bintan Pura.

Pengawasan difokuskan untuk turis asing dengan melakukan pengamatan fisik dan mengukur suhu tubuh.

“Sekarang di pelabuhan masih pengawasan dan pengamatan Covid-19, jadi sekalian dilakukan untuk kasus cacar monyet.”

“Untuk alat deteksi khusus kita belum ada, hanya melihat dari suhu tubuh dan gejala saja,” kata Kasi Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemologi (PKSE) KKP Kelas II Tanjungpinang, dr Nolita Sesphana, Jumat (29/7/2022).

Nolita menjelaskan, gejala cacar monyet tidak berbeda dengan cacar air. Penderita akan mengalami demam ringan, ruam, timbul bintik-bintik pada kulit, kemudian gelembung berisi air.

“Tabi bintik-bintik nya itu lebih besar dan bahayanya jika terkena kan bisa menimbulkan gejala lain,” terangnya.

Penyakit cacar monyet dapat menular melalui kontak erat dengan penderita melalui sentuhan pada bagian tubuh yang mengalami luka.

“Oleh karena itu, untuk menghindari penularan, seseorang harus menjaga kontak langsung dengan orang atau hewan yang terpapar,” imbuhnya. (amr)