Tenaga honorer berseragam khusus kuning pucat, yang turut apel Senin pagi beberapa waktu lalu di Halaman Kantor Bupati. (dok lendoot)

Karimun, Lendoot.com – Bantuan langsung tunai (BLT) dari pengalihan subsidi bahan bakar minya (BBM) dan bantuan program sembako, sudah dilaksanakan di Kabupaten Karimun.

Bahkan, ada juga program pemerintah pusat yang memberikan BLT bagi pekerja yang berpenghasilan di bawah Rp3,5 juta.

Hanya saja, ada beberapa elemen masyarakat yang notabene juga bekerja untuk pemerintahan di daerah, seperti tenaga honorer yang berpenghasilan terendah Rp1,4 juta per bulan, belum tersentuh BLT tersebut.

Bupati Karimun Aunur Rafiq yang dikonfirmasi Lendoot.com terkait hal ini mengakui bahwa tenaga honorer di bawah pemerintahannya, belum tercover untuk diberikan bantuan sejenis BLT tersebut.

“Kita memahami mereka juga mengalami hal yang sama. Ini masuk dalam perencanaan kita. Mereka kan gaji di bawah Rp3,5 juta,” jawab Rafiq kepada Lendoot.com, Sabtu (18/9/2022).

Rafiq juga mengatakan tidak ingin gegabah untuk memberikan BLT kepada honorer sebab perlu kajian lebih dalam terkait aturan yang memperbolehkan atau tidak memperbolehkannya.

“Apakah boleh? Kan kita tidak boleh gegabah apakah dibolehlam ataukah tidak. Kita akan konsultasikan ke APH (aparat penegak hukum), ke BPK,” jelasnya.

Sebelumnya setiap KPM (keluarga penerima manfaat) telah mendapatkan Rp600 Ribu dari BLT Pengalihan Subsidi BBM dan Bantuan Kebutuhan Pokok

Penyerahannya telah dilaksanakan Bupati karimun Aunur Rafiq di Kantor PT Pos Indonesia, Kamis (15/9/2022) lalu.

Penerima BLT dari pengalihan subsidi BBM ini dinamakan dengan keluarga penerima manfaat (KPM). Di kabupaten karimun jumlahnya sebanyak 9.438 yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Karimun.

Pembagian BLT  masing-masing KPM menerima sebesar Rp500 ribu. Jumlah itu akumulasi dari Rp300 ribu untuk BLT BBM dan Rp200 ribu lagi untuk bantuan kebutuhan pokok. (msa)