Karimun, Lendoot.com – Ramadan yang biasanya identik dengan gelaran bazar kebutuhan masyarakat untuk menyambut Lebaran Idul Fitri.
Sejak pandemic Covisd-19, bazar ditiadakan dengan alasan dapat menyebabkan peningkatan penularan kasus Covid-19.
Hanya saja, tahun 2022, ada sinyal pemerintah daerah memberikan keluasan warga untuk menggelar bazar. Hanya saja kabar ini belum bisa dipastikan karena keputusan bazar bisa digelar atau tidak tergantung Satgas Covid-19.
“Saya menyarankan kepada camat, dan pelaku untuk berkonsultasi dengan Satgas. Setelah itu nantinya bisa apa tidak didapatkan rekomendasi izin keramaian dari kepolisian,” ujar Bupati Karimun Aunur Rafiq, Sabtu (26/3/2022).
Hanya bupati menyebutkan, untuk Ramadhan tahun ini, shalat, dan kegiatan kegiatan lain masih dibenarkan. Tapi untuk bazar Ramadhan, dirinya harus mengkaji terlebih dahulu bersama tim satgas.
“Saya belum dapat memutuskan sebelum dapat rekomendasi dari satgas. Di dalam tim satgas ada Kapolres, Dandim, Danlanal, dan Kejaksaan, lengkap. Jadi akan kita coba kaji dulu manfaat dan mudharatnya, apakah bazar Ramadhan bisa berpotensi menimbulkan lonjakan covid-19 yang tinggi,” tegasnya.
Sementara Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM dan ESDM Kabupaten Karimun, Basori mengatakan, untuk bazar Ramadhan ini pihaknya belum mendapatkan rekomendasi untuk dilaksanakan seperti biasa di lokasi Pasar Maimun.
“Kami belum dapat rekomendasi, cuma jika ini tetap mau dijalankan, sebaiknya dicarikan lokasi yang lebih memadai. Mengingat di Pasar Maimun itu lokasinya kurang luas, karena berpotensi menimbulkan kerumunan, dan saling berdesakan. Juga akan menyebabkan kemacetan, dan mengganggu lalu lintas,” pungkasnya. (rko)




