Bazar Murah Dinilai Tak Efektif, Distribusi Langsung dari Petani ke Retail jadi Solusinya

Suasana Bazar Ikan Murah di Kundur, pagi tadi. (ft msaimi)

Karimun, Lendoot.com – Kegiatan bazar murah yang kerap digelar untuk menekan harga Sembako dinilai kurang efektif karena dinilai hanya membebani anggaran peemrintah daerah saja.

“Program bazar murah atau pasar murah selama ini hanya pencitraan saja. Tidak mengatasi masalah, hanya buang-buang anggaran pemerintah daerah saja,” ujar Hamdani, seorang warga Karimun menyikapi program bazar murah yang kerap digelar beberapa instansi di Karimun, pagi tadi.

Pemerintah daerah, katnya, harus beralih pada pendekatan yang lebih berkelanjutan. Misalnya, dengan menjamin kelancaran distribusi langsung dari produsen ke konsumen. Dengan cara ini, harga sembako dapat ditekan secara lebih stabil dan berkelanjutan.

Pemerintah daerah juga, ujar pria yang kerap disapa Dani itu, harus berupaya mencari solusi yang lebih efektif untuk mengatasi masalah harga sembako yang fluktuatif. Setelah mengevaluasi program bazar murah yang selama ini berjalan, pemerintah menilai bahwa pendekatan tersebut kurang efektif dalam jangka panjang.

“Bazar murah hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan masalah secara fundamental,” ujarnya. “Perlu mencari solusi yang lebih struktural, yaitu dengan memperbaiki sistem distribusi pangan dari hulu ke hilir,” tegasnya.

Salah satu langkah yang akan diambil adalah dengan memperkuat peran kelompok tani dan koperasi.

Dengan begitu, petani dapat menjual hasil panennya secara langsung kepada distributor atau pengecer tanpa melalui perantara terlalu banyak.

Selain itu, pemerintah juga harus hadir untuk memfasilitasi pelatihan bagi petani untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian menjadi kunci untuk mencapai stabilitas harga pangan dan kesejahteraan petani.

Dengan SDM yang berkualitas, petani mampu menerapkan teknologi pertanian yang lebih modern, sehingga produktivitas dan efisiensi dapat meningkat.

“Selain memperbaiki sistem distribusi, kita juga harus memperhatikan aspek produksi,” ujar Zain seorang petani di Karimun.

Dengan meningkatkan kualitas SDM pertanian, tambahnya, masyarakat petani di Karimun dapat meningkatkan produksi pangan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor. (msa)