Petugas PLN ULP Karimun sedang memperbaiki kerusakan jaringan yang disebabkan tindakan salah dari sejumlah masyarakat. (istimewa pln ulp karimun)

Karimun, Lendoot.com – PLN meminta warga agar menjauhi atau menghindari beberapa hal agar jaringan listrik PLN tetap normal atau tidak rusak, yang akhirnya bisa berdampak pemadaman.

Beberapa kerusakan jaringan listrik PLN seperti perangkat di trafo banyak disebabkan beberapa hal. Di antaranya; mencantol jaringan listrik, membakar sampah di jaringan listrik, membangun atau memperbaiki bangunan di jaringan listrik.

Juga termasuk  bermain layang-layang dekat jaringan listrik dan menanam pohon besar di dekat jaringan listrik. Untuk itu pihak PLN meminta agar kegiatan seperti hal di atas dihindari bersama.

BAVA JUGA!

“Ini semua sering kita temui sehari-hari di lapangan terdiri dari saluran udara tegangan menengah (SUTM) dan saluran udara tegangan rendah (SUTR),” ujar Spv Teknik PLN ULP Karimun T johari kepada Lendoot.com, belum lama ini.

Lalu apa hubungannya dengan pemadaman atau mati lampu?

Jika hal-hal tersebut dilakukan, bisa menyebabkan kabel telanjang SUTM yang rentan mengalami gangguan karena sentuhan. “Lalu terjadilah gangguan jaringan yang menyebabkan mati lampu,” terangnya.

Untuk itu, tambahnya, pihak PLN ULP Karimun memohon bantuan masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan bersama untuk menghindari ha-hal disebut sebelumnya.

“Seperti kasus yang sering terjadi benang layang-layang. Kita mohon agar sama-sama kita menjauhkan atau melarang anak-anak atau siapapun yang bermain layang-layang dekat dengan jaringan PLN.”

“Selain menyebabkan pemadaman bisa berbahaya juga bagi mereka yang bermain layang-layang karena bisa berakibat kena setrum. Ini salah satu contoh penyebab padam sesaat tadi untuk daerah Bukit Senang sampai ke Jalan  Ahmad Yani,” ungkapnya.

“Jadi sekali lagi kami minta tolong agar kita sama-sama mengingatkan bahayanya bermain layang-layang dekat dengan jaringan PLN demi kenyamanan dan keselamatan kita bersama. Terimakasih,” pungkas Johari. (msa)