Batam – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, berkomitmen menyelesaikan masalah lahan tidur untuk percepat pembangunan Batam. BP Batam menyusun Perka baru, yang isinya pembayaran awal lahan minimal 50 persen.
“Saya tidak ingin ada lahan yang hanya dibayar 10 persen karena itu belum menunjukkan keseriusan berinvestasi. Minimal harus 50 persen,” ujar Amsakar Achmad.
Lahan yang hanya dibayar 10-15 persen akan ditelusuri. Lahan yang tidak dimanfaatkan dalam 1-2 tahun akan ditarik kembali. “Jika dalam satu hingga dua tahun lahan tersebut tidak dimanfaatkan, kami akan menariknya kembali agar lebih produktif,” ujarnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan lahan Batam bagi investasi dan pembangunan. Targetnya, Batam mencapai pertumbuhan ekonomi 9,5-10 persen, dukung target nasional 8 persen.
“Batam punya fasilitas khusus seperti bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Barang Mewah (PBMn), dan bea masuk. Ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menarik investasi,” ujarnya lagi. (rst)




