Lingga – Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga menyampaikan keprihatinan serius terhadap seringnya perubahan jadwal kapal ASDP tanpa konfirmasi resmi. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada kelancaran distribusi barang dan pelayanan masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Lingga, Hendry Efrizal, mengatakan pihaknya sudah berulang kali menyampaikan persoalan ini kepada ASDP dan BPTD sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat. Namun hingga kini, perubahan jadwal mendadak masih kerap terjadi.
Menurut Hendry, perubahan jadwal ini sering disertai dengan pengurangan frekuensi lintasan kapal. Seharusnya lintasan dilakukan dua kali dalam seminggu, namun kenyataannya sering tidak sesuai sehingga memicu keluhan masyarakat.
“Kita harapkan jadwal yang sudah ditetapkan harus konstisten, jangan berubah secara mendadak,” kata Hendry, Jumat (26/12/2025).
Kabupaten Lingga sangat bergantung pada pasokan sembako dari Tungkal melalui jalur laut. Distribusi sembako dari jalur ini menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat Lingga.
Hendry menyebut bahwa perubahan jadwal kapal dari tanggal 27 menjadi tanggal 31 yang dinilai sangat memberatkan. Kondisi tersebut menyulitkan petugas di lapangan karena harus menjawab keluhan masyarakat tanpa kejelasan alasan.
“Namun kita sudah mendapatkan kabar baik bahwa kapal dari Punggur hari ini akan berlayar ke tungkal dan setelah dari tungkal langsung ke Dabo dan dari Dabo akan balik lagi ke Tungkal,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kapal lintasan Punggur–Jagoh–Tungkal merupakan kapal komersial yang tidak disubsidi. Oleh karena itu, pelayanan kepada masyarakat seharusnya tetap mengedepankan kepastian jadwal dan tanggung jawab layanan.
Ketidakkonsistenan jadwal kapal ini juga berdampak pada aktivitas para pelaku usaha ekspedisi. Pengguna jasa angkutan sembako pun ikut terdampak karena keterlambatan distribusi barang kebutuhan pokok.
Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga berharap ASDP dapat lebih konsisten dan profesional dalam menjalankan jadwal pelayaran. Kepastian layanan dinilai sangat penting demi menjaga stabilitas pasokan sembako dan kepercayaan masyarakat. (wan)




