Karimun, Lendoot.com – Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengajak warganya untuk memaknai Hari Raya Idulfitri sebagai hari kemenangan bagi mereka yang telah melaksanakan ibadah puasa sampai akhir Ramadan.
Untuk itu, Gubernur Ansar mengharapkan masyarakat yang akan merayakan Idulfitri agar merayakan secara sederhana dan tidak memaksakan diri untuk Idulfitri.
“Kami akan bekerja keras agar ekonomi membaik. Jangan memaksanakan diri untuk membeli yang tidak bermanfaat sehingga kita tidak berhutang, agar idul fitri ini kita lebih sederhana,” ujar Gubernur Ansar seperti dikutip dari keprigov.go.id, Senin (17/4/2023).
Ini disampaikan Gubernur Ansar saat menyerahkan bantuan insentif kepada beberapa kelompok dan masyarakat yang digelar di Gedung Serbaguna Nilam Sari Komplek Perkantoran Bupati Karimun.
Bantuan yang diserahkan langsung Gubernur Ansar di antaranya kepada Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Posyandu, Insentif Guru Pendidikan Keagamaan Non Formal, Penyuluh Non ASN, Pemuka Agama Tetap Pada Rumah Ibadah, dan Guru SMA/SMK/SLB Swasta.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua TP PKK Kepri Dewi Kumalasari, Anggota DPRD Kepri Muhammad Taufik, Tim Percepatan Pembangunan Suyono, Widya Iswara Utama Lamidi, Asisten 1 TS Arif Fadillah, dan sejumlah Kepala OPD (organisasi perangkat daerah) Pemprov Kepri. (*/msa)
Acara juga disejalankan dengan penandatangan surat perjanjian kerja (SPK) PTK non-ASN tahun 2023. Untuk meningkatkan semangat pegawai non-ASN tersebut, Gubernur Ansar memutuskan menaikkan insentif sebesar Rp100 ribu per bulan.
Di Kabupaten Karimun pada tahun anggaran 2023 terdapat sebanyak 1.085 RT dan 390 RW yang diserahkan bantuan dengan total Anggaran sebesar Rp1,7 Miliar, 42 BPD dengan anggaran Rp336 Juta, 207 Posyandu dengan anggaran Rp1,035 Miliar.
Pendidikan Keagamaan Non Formal, Penyuluh Non ASN, Pemuka Agama Tetap Pada Rumah Ibadah dengan 1.789 penerima dengan total sebesar Rp2,14 Miliar, dan Guru SMA/SMK/SLB Swasta sebesar Rp308 Juta dengan 154 orang penerima.
Gubernur Ansar menjelaskan penyerahan bantuan terhadap kelompok masyarakat dan komponen masyarakat ini adalah bentuk apresiasi dari Pemprov Kepri atas kinerja yang telah dilakukan selama ini.
“Kita akan merasionalisasi kembali jumlah keseluruhan penerima bantuan karena jumlah semuanya berdasarkan data dari kabupaten kota yang akan kita anggarkan di APBD perubahan” ujarnya.
Gubernur berharap APBD Kepri dapat terus meningkat. Dengan APBD yang saat ini sangat terbatas yakni Rp3,8 triliun, di mana sebesar Rp1,4 triliun telah dialokasikan untuk pendidikan dan kesehatan.
“Sebagian besar di Batam karena institusi pendidikan lebih banyak di sana. Sisanya kita membangun 7 kabupaten kota, kami akan terus menjaga agar tidak ada kesenjangan, maka kita dorong semua bekerja lebih baik lagi” jelasnya. (*/msa)




