Karimun, Lendoot.com – Terputusnya pasokan air dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Tirta Karimun membuat sejumlah pelanggannya mengeluh. Sejumlah warga bahkan harus membeli dan mencari sumber air untuk kebutuhan hariannya, seperti untuk memasak, mencuci dan mandi.

“Entah apa pasal dah dua hari ini air tak mengalir. Terpaksa untuk cuci dan mandi kami beli air. Kalau sempat kami ambil air di dekat danau sini,” ujar Anto warga Harjosari yang tidak jauh dari Danau Sentani kepada lendoot.com, siang tadi.

Penyebab terputusnya pasokan air bersih dari PDAM Tirta Karimun karena debit air baku utama di Waduk Sei Bati milik Perumda Tirta Mulia Karimun, mongering.

Plt Direktur Perumda Tirta Karimun Muhammad Tang menjelaskan, bahwa menyusutnya debit air di Waduk Sei Bati bahkan sudah mencapai 50 persen pada musim kemarau ini.

”Sudah kita lakukan upaya bantuan sumber air alternatif yang berasal dari sumber air waduk Sentani serta sumber air bersih Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pongkar,” jelasnya seperti dikutip dari Aurakyat.com, Jumat (13/3/2021).

Muhammad Tang mengatakan tingginya kebutuhan air masyarakat membuat sumber air alternatif tersebut masih juga belum mencukupi menutupi kebutuhan pelanggan. Akibatnya, pihaknya terpaksa melakukan rationing atau penggiliran distribusi air ke pelanggan.

“Memasuki musim kemarau saat ini membuat Waduk Utama Sei Bati mengering, setelah dibantu dengan air Waduk Sentani dan juga air bersih di Pongkar juga belum bisa mencukupi kebutuhan air pelanggan, jadi kami melakukan penggiliran distibusi air,” ucapnya.
Disamping itu, Tang juga meminta pelanggan dapat sedikit menghemat penggunaan air serta menampung air apabila aliran air sudah menyala agar dapat menyimpan kebutuhan air selama permasalahan ini masih berlangsung.

“Saya berharap pelanggan dapat menampung air jika aliran airnya sudah menyala dan dapat menggunakan air sehemat mungkin selama beberapa hari air tidak menyala lagi,” ucap Tang. (*)