Wali Kota Batam Muhammad Rudi Target Juara Umum STQH X Kepri di Kabupaten Karimun

Wali Kota Batam Muhammad Rudi menegaskan, keikutsertaannya bukan hanya ingin meramaikan saja namun menetapkan target sebagai juara umum STQH X Kepri di Kabupaten Karimun ini. "Batam menargetkan juara umum di ajang STQH X Kepri," tegas Rudi Bukan tanpa alas an, sebab Kota Batam sudah sangat serius menghadapi STQH X Kepri ini. Mereka menyiapkan peserta terbaik dengan pembekalan dan pelatihan yang maksimal. Dengan usaha itu, Wali Kota Muhammad Rudi optimis Kota Batam bisa membawa pulang piala bergilir STQH Kepri. "Persiapan sudah matang, peserta sudah berangkat, tunjukkan penampilan terbaik dan semoga juara," pesan Rudi.

Batam, Lendoot.com – Kota Batam yang hadir dan menyemarakkan perhelatan STQH X Kepri tahun 2023 di Kabupaten Karimun sudah memasang target prestasinya.

Bahkan Wali Kota Batam Muhammad Rudi menegaskan, keikutsertaannya bukan hanya ingin meramaikan saja namun menetapkan target sebagai juara umum STQH X Kepri di Kabupaten Karimun ini.

“Batam menargetkan juara umum di ajang STQH X Kepri,” tegas Rudi

Bukan tanpa alas an, sebab Kota Batam sudah sangat serius menghadapi STQH X Kepri ini. Mereka menyiapkan peserta terbaik dengan pembekalan dan pelatihan yang maksimal.

Dengan usaha itu, Wali Kota Muhammad Rudi optimis Kota Batam bisa membawa pulang piala bergilir STQH Kepri.

“Persiapan sudah matang, peserta sudah berangkat, tunjukkan penampilan  terbaik dan semoga juara,” pesan Rudi.

Sebelumnya sebanyak 400 rombongan dari Kota Batam yang ikut memeriahkan pawai taaruf Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) X tingkat Provinsi Kepri di Karimun, Selasa (9/5/2023).

“Kafilah Batam mengusung tema Batam Kota Baru,” ujar Ketua Kafilah Batam, Yusfa Hendri.

Dalam pawai taaruf ini, kafilah Batam sangat meriah dan atraktif. Dari barisan Kafilah Batam, diikuti rombongan pembawa spanduk, barisan pembawa bendera dan bunga manggar, diikuti rombongan pimpinan kafilah.

Di belakangnya, diikuti para dara berpakaian adat Melayu, dan ibu-ibu berpakaian tudung manto. “Ini wujud Batam terus melestarikan budaya Melayu di Kepri,” katanya.

Tak hanya itu, dalam barisan Kafilah Batam itu juga diikuti anak-anak sekolah dengan aneka pakaian seperti silat hingga adat.  (msa)