IS, tersangka kasus pembakaran hutan. (ist)

Karimun, Lendoot.com – Seorang warga yang diduga membakar hutan dan lahan di kawasan Guntung Punak, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, harus berurusan dengan aparat kepolisian.

Tersangka berinisial IS (39) itu diketahui membuka lahan perkebunan dengan cara membakar untuk mempersingkat pembersihan lahan. IS diamankan, Minggu (28/2/2021). Ini setelah polisi melakukan pemeriksaan dan mengambil sejumlah keterangan saksi di lapangan.

Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan mengatakan, tersangkat membakar lahan itu diketahui dengan sengaja untuk tujuan membuka lahan dengan cara dibakar.

“Pelaku telah melakukan pembakaran lahan dan mengakibatkan lahan seluas tiga hektar hangus terbakar. Kejadiannya,  Sabtu kemarin di kawasan Guntung Punak,” kata Adenan usai menggelar press rilis pengungkapan kasus Pembakaran Hutan dan Lahan, Senin (1/3/2021).

Ia menyebutkan, dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti yang digunakan saat melakukan pembakaran. Sejumlah barang bukti itu antara lain 2 buah cangkul, 1 bilah parang dan 1 buah pemantik api.

“Alasan pelaku ia ingin membuka lahan untuk perkebunan. Api tersebut membesar dan membakar hutan saat ia pergi beristirahat,” katanya.

Adenan mengatakan, berdasarkan pemeriksaan dari tempat kejadian, lahan dan hutan seluas 3 hektar itu bukan milik pribadi, melainkan merupakan hutan lindung.

“Itu merupakan kawasan hutan lindung di Kecamatan Meral,” katanya.

Atas perbuatannya, Is dijerat dengan Pasal 78 undang-undang No 41 tahun 1999 tentang kehutanan, pasal 108 jo Pasal 69 ayat (1) huruf h undang-undang RI No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup atau pasal 178 atau pasal 188 KUHpidana.

“Ancaman pidana hingga 10 tahun,” katanya.

Sepanjang tahun 2021, Polres Karimun mencatat sebanyak 10 kasus Karhutla terjadi, dimana 4 diantaranya masih dilakukan pemadaman oleh Polres Karimun bersama sejumlah Instansi terkait. (rko)