Para tersangka pencurian di sebuah perusahaan di Meral. (ist)

Karimun, Lendoot.com – Layaknya film-film aksi tentang perampokan atau pencurian, aksi pencuri di sebuah perusahaan di Meral ini tak sadar kalau adegan-demi adegan aksinya terekam dalam kamera tersembunyi, atau CCTv.

Dari kelima pelaku itu memiliki peran berbeda. Pria berinisial SF sebagai otak pelaku. Sebagai otak pelaku, SF juga ikut dalam  aksi pencurian tersebut bersama rekan lainnya MF, MS dan MZ.

Mereka bergantian melakukan aksi pencurian. Pertama, SF melakukan bersama MZ sebanyak tiga kali. Selanjutnya pelaku Mf satu kali dan pelaku MS satu kali. Mereka berempat berbagi tugas, ada yang memantau dan ada juga melakukan pencurian.

Para pencuri ini tampak masih amatiran karena mereka tak menyadari aksi mereka tersebut terekam CCTv.

“Jadi terungkapnya setelah pihak PT Shaftindo memasang CCTv. Aksi mereka kemudian berhasil terekam,” kata Kapolres Karimun Muhd Adenan, Senin (1/3/2021).

Berbekal hasil CCTv tersebut, Satuan Reserse dan Kriminal Polres Karimun meringkus lima orang komplotan pencurian dengan pemberatan di PT Shaftindo Pratama di Jalan Letjen Soeprapto Kelurahan Sungai Raya Kecamatan Meral.

Lima orang pelaku itu diketahui melakukan tindak pencurian dengan pemberatan dengan mengambil sejumlah barang- barang berharga di Gudang PT Shaftindo berupa 1 set tool berent, 10 unit AKI,1 Set Trafo las, dan 1 set gerinda.

Adapun pelaku pencurian tersebut, di antaranya, SA (36), SF (28), MF (28), MS (19), MZ (21). Mereka diamankan, setelah aksi pencuriannya terekam kamera CCTv gudang tersebut. SA, satu pelaku lagi memiliki peran berbeda yakni sebagai penadah.

Adenan mengatakan, barang-barang hasil curian itu kemudian diserahkan kepada penadah berinisial SA. Terhadap penadah, pihaknya juga lakukan penangkapan.

Atas perbuatan tersanka, polisi menjerat mereka dengan pasal 363 ayat 1 ke-4 dan ke-5 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun.(rko)