Tak Mau Masyarakatnya Jadi Penonton, Muhammad Rudi Minta Perusahaan Beri Peluang Kerja ke Warga Setempat

Nilai investasi pengembangan pulau tersebut cukup besar, mencapai Rp381 triliun dan akan menyerap sebanyak 306 ribu tenaga kerja. Untuk itulah Kepala BP Batam, Muhammad Rudi berharap masyarakat tidak menjadi penonton dengan meminta PT Makmur Elok Graha (MEG) sebagai pengelola kawasan untuk melibatkan masyarakat setempat. “Masih banyak anak-anak kita yang belum bekerja. Saya ingin, pembangunan serta pengembangan investasi bisa berdampak langsung terhadap generasi muda Kota Batam,” ujar Rudi, belum lama ini.

Batam, Lendoot.com – Tak ingin masyarakatnya hanya menjadi penonton, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam meminta agar rencana pengembangan Pulau Rempang sebagai The New Engine of Indonesian’s Economic Growth dengan konsep ‘Green and Sustainable City, melibatkan masyarakat setempat.

Nilai investasi pengembangan pulau tersebut cukup besar, mencapai Rp381 triliun dan akan menyerap sebanyak 306 ribu tenaga kerja.

Untuk itulah Kepala BP Batam, Muhammad Rudi berharap masyarakat tidak menjadi penonton dengan meminta PT Makmur Elok Graha (MEG) sebagai pengelola kawasan untuk melibatkan masyarakat setempat.  

“Masih banyak anak-anak kita yang belum bekerja. Saya ingin, pembangunan serta pengembangan investasi bisa berdampak langsung terhadap generasi muda Kota Batam,” ujar Rudi, belum lama ini.

Selain itu, Rudi menjelaskan jika pihaknya akan berkonsentrasi untuk ikut melakukan pengembangan melalui pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) di tengah percepatan investasi saat ini.

BP Batam pun telah menindaklanjuti arahan ini dengan melaksanakan rapat kerja yang melibatkan aparat penegak hukum serta instansi terkait lainnya.

Di mana, hasil rapat menyebutkan bahwa BP Batam juga akan memfasilitasi para pelajar SMA asal Rempang dalam pendidikan vokasi ke depannya.

Dalam perencanaannya, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) akan bekerja sama dengan PT MEG, selaku pengelola kawasan, dalam menyiapkan pendidikan vokasi serta kajian ekosistem pesisir Pulau Rempang.

“Kita harus siapkan man power planning. Saya akan berkomunikasi dengan beberapa universitas untuk menyiapkan pendidikan vokasi. Jadi, anak-anak kita bisa berpeluang untuk turut aktif dalam pembangunan Kota Batam,” tambahnya.

Rudi tak menampik, masyarakat di Pulau Rempang bakal menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan ke depannya.

Sehingga, dia tak ingin terjadi polemik terkait rencana yang ada. Apalagi sampai mengganggu situasi kondusif dan berdampak buruk terhadap iklim investasi di Kota Batam.

“Yang penting, semuanya dicek sesuai rencana detail tata ruang dan variabel teknis lainnya,” ungkapnya lagi.

Sebagaimana diketahui, pengembangan wilayah Rempang, Kota Batam, akan dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap I, nilai investasi mencapai Rp 29 triliun yang diharapkan mampu menyerap 186 ribu pekerja.

Pengembangan Rempang dan Galang dilakukan oleh PT MEG dengan total investasi sebesar Rp 381 triliun hingga 2080 mendatang.

“Pusat pelatihan dan pendidikan untuk warga dan anak tempatan menjadi penting agar mereka bisa berkontribusi membangun Pulau Rempang. Kita berharap, ekonomi masyarakat juga ikut tumbuh,” pungkasnya. (*/ddh)