Bintan, Lendoot.com – Pertemuan Si Bima diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting, meningkatkan kapasitas kader, keluarga, orang tua dan masyarakat dalam pengasuhan serta meningkatkan praktik baik pengasuhan 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan).
Harapan ini disampaikan Ketua TP-PKK Bintan, Hafizha Rahmadhani bersama BKKBN Kepri. Melalui Sistem Belajar Mandiri (Si Bima) BKKBN, Hadizha berharap dapat mengembangkan buku dan media e-learning Panduan Penyuluhan Bina Keluarga Balita Eliminasi masalah Anak Stunting (BKB Emas).
Informasi tersebut dapat diakses secara langsung pengguna pada Si Bima BKKBN. Untuk menggelorakannya, TP-PKK Bintan menggelar pertemuan Si Bima kelas BKB Emas Kebupaten Bintan melalui zoom meeting, siang tadi.
“Jadi, Learning Management System (LMS), dapat memberikan dua hal yang sangat penting membantu fasilitator dan kader-kader BKB di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota untuk memandu kelas pengasuhan di daerah masing-masing. Nah keterbukaan akses LMS ini dapat memudahkan siapa saja untuk belajar secara mandiri terkait pengasuhan 1000 HPK,” jelas Hafizha.
Salah satu isu tumbuh kembang anak sejak dini yang menjadi prioritas pemerintah saat ini adalah stunting. Pengembangan pengasuhan BKB Emas dan pengintegrasian ke dalam LMS adalah salah satu bentuk terobosan yang sangat tepat di era serba digitalisasi.
BKKBN mempunyai LMS yang dapat digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas secara efisien. Seiring dengan upaya pemenuhan kebutuhan dasar anak secara utuh, baik dari segi perawatan, pendidikan maupun pengasuhan agar tumbuh kembang anak dapat optimal.
Program pembinaan ketahanan keluarga balita dan anak harus diintergrasikan dengan progam layanan anak usia dini yang lain agar anak mendapatkan pelayanan secara utuh. (amr)




