Karimun, Lendoot.com – Tim Terpadu Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan (Protkes) Pencegahan Covid-19 mencatat sebanyak 1.088 warga Kabupaten Karimun terjaring Operasi Yustisi.

Ribuan warga itu, terjaring Tim Terpadu dianggap telah melanggar protokol kesehatan Covid-19 sejak diberlakukan Perbup 49 tahun 2020 tentang disiplin protokol kesehatan.

“Sebanyak 1.088 orang yang terjaring operasi yustisi selama 3 bulan terakhir itu karena kedapatan melanggar penerapan protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker saat berkendara,” ujar Kepala Satpol-PP, Tejaria ditemui baru-baru ini.

Tejaria mengatakan, dari ribuan pelanggar protkes itu 802 orang diantaranya dikenakan sanksi sosial dengan membersihkan sampah di sekitar lokasi Operasi Yustisi.

Kemudian, 218 orang memilih sanksi administrasi, yaitu, membayar denda yang sudah ditetapkan berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) sebesar Rp 50 ribu per orang.

Lalu, pihaknya juga melakukan penindakan terhadap 68 anak dibawah umur yang terjaring operasi yustisi.

Sejumlah anak dibawah umur itu diminta oleh tim terpadu untuk membuat surat pernyataan yang ditunjukkan kepada orangtuanya.

“Dari jumlah pelanggar yang dikenai sanksi administrasi terkumpul Rp. 10,9 juta. hasil denda itu langsung kita setor ke Kas Daerah,” katanya.

Sementara itu, pihaknya juga merincikan total jumlah pelanggar mulai Oktober hingga Desember.

Bulan Oktober 2020 diketahui menjadi penyumbang pelanggar protokol kesehatan terbanyak dengan total sebanyak 440 orang.

Kemudian, diikuti bulan Desember sebanyak 353 orang dan bulan November sebanyak 295 orang.

“Kita sebenarnya tidak ingin memberikan sanksi. Tetapi, ini adalah upaya kita untuk meningkatkan kesadaran masyarakat betapa pentingnya mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19,” katanya.(rko)