Jika narapidana (Napi) saja masih ingin menuntut ilmu, mengapa kita tidak? Inilah maksud dari menutut ilmu tidak pernah ada batas ruang dan waktu.

Ketika ada kesempatan, pendidikan tetap dapat ditempuh, bahkan di balik jeruji sekalipun.

Ini dilakukan puluhan warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II Tanjungbalai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Meski berada di penjara, mereka tampak antusias mengikuti program belajar paket C kesetaraan SMA.

Meski ditengah Pandemi Covid-19, proses pembelajaran terus berjalan. Walaupun tidak secara tatap muka, para narapidana tetap melakukan pembelajaran secara secara daring dengan modul- modul yang diberikan.

Seperti sekolah pada umumnya, mata pelajaran yang diajarkan juga beragam. Diantaranya pelajaran B. Indonesia, Matematika, B. Inggris, Ekonomi dan lainnya.

Salah satu warga binaan, Farhan, mengaku senang bisa kembali melanjutkan pendidikan. Menurutnya, ia telah putus sekolah sejak duduk di bangku kelas II SMA. Harapannya, ijazah itu nantinya dapat digunakan untuk menempuh pendidikan lebih tinggi.

“Ya minimal, ijazah ini dapat digunakan untuk mencari kerja,” katanya.

Ia mengaku, di dalam Rutan, ia bersama rekan lainnya diberikan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan. Dimana sebelum Pandemi Covid-19 melanda, pembelajaran dilakukan secara tatap muka satu minggu sekali.

“Satu minggu sekali, tapi sekarang kita hanya dikasih modul saja. Dan hari ini kita baru saja menjalani ujian semester,” katanya.

Karutan Kelas II Tanjungbalai Karimun Doddy Naksabani mengatakan, pembelajaran kesetaraan paket C merupakan hasil kerjasama pihaknya bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun.

“Ya program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas warga binaan dengan memberikan pendidikan. Sekarang ini, untuk paket C ada 43 orang,” kata Doddy, Selasa (5/1/2021).

Ia mengatakan, berada di balik jeruji bukan berarti warga binaan tidak mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan. Mereka tetap mendapatkan pendidikan yang layak agar nantinya, keluar menjalani pembinaan mereka mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan ijazah.

“Semoga ini bermanfaat ke depannya untuk mereka,” katanya.(rko)