Sekda Karimun: Depresi dan Stres Penyebab Kasus Bunuh Diri Terjadi di Karimun

Petugas Polres Karimun saat memberikan imbauan terkait mencegah bunuh diri di Kabupaten Karimun di Coastal Area, beberapa waktu lalu. (ft dok lendoot)

Karimun, Lendoot.com – Kasus bunuh diri yang terjadi beberapa kali di Kabupaten Karimun menjadi perhatian Sekda Kabupaten Karimun Muhammad Firmansyah.

Kasus bunuh diri yang cukup menonjol sejak Januari hingga Maret 2024 saja, mencapai lima kasus yang penyebabnya berbeda.

“Korbannya dominan dalam keadaan depresi dan stres,” ungkap Muhammad Firmansyah dalam sambutan Safari Ramadan mewakili Bupati Karimun Aunur Rafiq di Masjid Nurul Jami’ Prayun Kundur Utara, Kamis (21/3/2024) malam ini.

Sekda menambahkan bahwa kejadian bunuh diri menjadi persoalan atau masalah masyarakat bersama. Dia meminta masyarakat untuk saling peduli dan bersama dalam pencegahannya.

“Jika ada keluarga yang depresi atau setres jangan dibiarkan, segera konsultasikan ke dokter. Kita harus sama-sama peduli, jangan dibiarkan,” pintanya.

Pada kesempatan tersebut, Firmansyah juga mengatakan, angka atau jumlah perceraian di Kabupaten Karimun  meningkat pada tahun 2023.

“Tahun 2022 sebanyak 600 kasus, di tahun 2023 menjadi 632, kasusnya meningkat. Istri yang banyak mengajukan gugatan cerai terhadap suami mereka,” katanya. (yud)