Sampah Plastik: Problematika dan Solusinya

Sampah yang tidak tercover tempat pembuangan sampah atau sarana pemerintah di salah satu sudut kota di Kabupaten Karimun, foto belum lama ini. (foto dok lendoot)

TAJUK

Permasalahan sampah di Kabupaten Karimun menjadi persoalan yang belum benar-benar dapat tertuntaskan. Permasalahan sampah semakin tidak terkendali ketika kebiasaan buruk masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, baik di darat maupun ke laut.

Timbunan sampah yang tidak ditangani dengan baik di darat misalnya, terutama sampah plastik memberikan dampak besar terhadap ekosistem yang mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Plastik diketahui mempunyai atom-atom yang terikat rumit sehingga bakteri cukup kesulitan untuk mengurainya, bahkan ada beberapa jenis plastik yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk bisa diurai.

Permasalahan sampah yang begitu krusial juga dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karimun mencatat volume sampah bahkan bisa mencapai 40 sampai 80 ton per bulannya.

Ancaman sampah plastik yang sulit terurai memerlukan peran semua pihak. Pemerintah daerah sudah mengupayakannya mengurangi sampah plastik dengan terus mempopulerkan program Bank Sampah.

Bank Sampah merupakan konsep manajemen layaknya sebuah perbankan, namun yang ditabung adalah sampah atau limbah. Bukan berupa uang selayaknya bank konvensional.

Adanya Bank Sampah memiliki sejumlah manfaat, seperti membuat lingkungan menjadi lebih bersih, menyadarkan masyarakat pentingnya mengurangi sampah, dan membuat sampah menjadi barang ekonomis.

Salah satu bank sampah yang aktif dan berhasil dalam upaya pengurangan sampah plastik di Kabupaten Karimun adalah Bank Sampah Bella Vista Lestari.

Suhendri menjadi satu sosok warga negara yang berkomitmen membantu mengurangi sampah plastik di Kabupaten Karimun. Caranya dengan mengelola sampah plastic dengan bank sampah yang dikelolanya.

Bank sampah ini berlokasi di Perumahan Bella Vista, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing. Ada 50 warga menjadi customer yang terdiri dari sekolah hingga perumahan di wilayah Karimun.

Adanya bank sampah ini, cukup membantu mengurangi sampah plastik yang kian menggunung. Hanya saja, dari volume 80 ton sampah plastik per bulan di Kabupaten Karimun, bahkan tidak sampai 10 persennya terserap di bank sampah ini. Tentunya, ini perlu ada terobosan lain dari para pemangku kepentingan.

Tentunya, peran serta seluruh lapisan masyarakat menjadi sangat penting. Peran itu dalam upaya mengurangi penggunaan plastik yang menjadi penyebab limbah sampah plastik.

Di beberapa negaram penggunaan plastik sudah mulai dikurangi bahkan ada yang mulai meniadakan plastik sebagai alat bantu membawa belanjaan atau barang. Misalnya diganti dengan wadah bebas plastik yang dapat digunakan berulang. (***)