Kapal Roro sedang bersandar di Pelabuhan Roro Karimun., beberapa waktu lalu. (dok lendoot)

Karimun, Lendoot.com – Masyarakat Kabupaten Karimun yang ingin berangkat menuju Pekanbaru yang biasa menggunakan transportasi laut, nampaknya harus beralih menggunakan transportasi udara.

Hal ini disebabkan ditutupnya pelabuhan yang berada di Kabupaten Siak, Provinsi Riau tersebut. Penutupan itu dikabarkan karena akan dilakukannya perbaikan terhadap pelabuhan Tanjung Buton tersebut hingga waktu yang belum ditentukan.

Akibat dari itu, Pelabuhan Tanjung Buton yang selama ini diketahui merupakan akses utama ferry penumpang dan Roro dari ataupun menuju Provinsi Kepri itu, berhenti beroperasi sementara.

Setiap harinya ada beberapa unit ferry membawa penumpang antarprovinsi di pelabuhan itu, salah satunya Pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun Fajar Horison membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, informasi yang diperoleh ada tiang penyangga pelabuhan Tanjung Buton yang retak.

“Secara kasat mata pelabuhan masih bagus. Tapi takut beresiko,” kata Fajar baru-baru ini.

Ia mengatakan, saat ini ferry yang biasanya membawa penumpang dari Kepri tujuan ke Tanjung Buton hanya sampai ke Pelabuhan Selat Panjang, disebabkan adanya penutupan pelabuhan tersebut.

“Sudah tidak jalan. Untuk Dumai Ekspress sampai Selat Panjang saja sekarang. Selain dermaga ferry, dermaga untuk kapal Roro di Tanjung Buton juga tidak dapat digunakan. Pasalnya dermaga tersebut¬†rubuh di bulan September lalu,” katanya.

Selain akses laut, akses darat dari Tanjung Buton menuju Pekanbaru juga saat ini tidak dapat diakses. Hal itu dikarenakan terdapat ruas jalan yang dikabarkan amblas.

Fajar menyebutkan Pemerintah Daerah telah berupaya mencari alternatif lain. Diantaranya adalah dengan mengalihkan rute roro penyeberangan ke pelabuhan lain.

“Dari rubuhnya Pelabuhan Roro kemarin kita sudah minta pelabuhan pengganti. Bapak Bupati sudah kirim surat minta ke Dirjen. Kita masih menunggu, mudah-mudahan bisa secepatnya,” kata Fajar. (ricky robiansyah)