Ilustrasi (Ist)

Karimun, Lendoot.com – Ratusan warga Karimun tunggak tagihan Kredit Usaha Rakyat (KUR) digulirkan Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun sejak tahun 2002.

Tunggakan itu dikabarkan mencapai Rp 10 Miliar dan telah berlangsung selama 17 tahun lamanya. Adapun jumlah tunggakan itu bervariasi, dari angka Rp 80 Juta hingga Rp 490 juta.

Tunggakan itu juga dikabarkan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) setiap tahunnya. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Karimun telah melakukan upaya penagihan dengan meminta bantuan Kejaksaan Negeri Karimun dalam mengatasi hal itu.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Kabupaten Karimun Muhammad Yosli dihubungi terkait hal tersebut membenarkan perihal tunggakan tersebut.

“Iya benar, jumlah pastinya saya lupa, berkasnya ada di kantor. Kalau tidak salah ada sekitar 150 orang dengan tunggakan mencapai Rp 10 Miliar,” kata Yosli, Sabtu (21/12/2019).

Yosli mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya penagihan terhadap tunggakan- tunggakan tersebut. Namun, upaya penagihan itu tentu melalui tahapan- tahapan yang seharusnya.

“Tahap pertama tentu kita upayakan penagihan, khususnya tunggakan yang nilainya besar. Kita kerjasama dengan Jaksa di bagian Perdata, karena memang ada kerjasamanya,” katanya.

Ia mengatakan, KUR merupakan pinjaman modal bergulir yang diberikan Pemerintah melalui bank ditunjuk.

“Kalau yang nunggak ini melalui bank Riau-Kepri. Kredit KUR memang diprioritaskan bagi membantu tumbuh-kembang usaha rakyat, dimana peminjam kebanyakan dari kelompok nelayan, koperasi usaha bersama serta pribadi” katanya.

Tunggakan, tunggakan itu kata Yosli, harus dikembalikan oleh peminjam kepada negara melalui Bank yang telah ditunjuk.

“Kalau tak salah ada jaminannya tapi saya belum lihat laporan dari banknya. Secara lisan, kata pihak banknya ada jaminannya,” katanya.

Berdasarkan data diterima Lendoot.com, dalam daftar tunggakan kredit macet KUR itu terdapat nama-nama tidak asing, diantaranya Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda.

(ricky robiansyah)