Ilustrasi Rapid Test. Sumber : Google

Karimun, Lendoot.com – Keluhan masyarakat akan tingginya biaya pemeriksaan Rapid Test Covid- 19 di Kabupaten Karimun akhirnya terjawab. Kini, dengan biaya sebesar Rp 150 Ribu, masyarakat telah dapat melakukan pemeriksaan Rapid Test.

Terjadinya penurunan biaya tersebut merujuk Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/2875/2020 Menteri Kesehatan tentang batasan tertinggi pemeriksaan Rapid Test Covid-19 pertanggal 6 Juli 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi mengatakan, terkait Surat Edaran Menteri Kesehatan tentang batasan harga tertinggi rapid test Covid-19 tersebut, baru satu rumah sakit di Karimun yang dapat menerapkannya.

“Baru RSUD Muhammad Sani yang sudah menerapkan tarif sesuai SE itu. Untuk klinik swasta belum dapat menerapkan,” kata Rachmadi, Sabtu (11/7/2020).

Ia mengatakan, alasan belum dapat diterapkannya biaya rapid test sesuai SE Menkes tersebut, karena biaya pengadaan rapid test tersebut lebih besar dibandingkan tarif yang ditetapkan.

“Karena modal Rapidnya sendiri lebih dari angka tersebut,” kata Rachmadi.

Sebelum dikeluarkannya SE Menkes yang mengatur tentang batasan biaya tertinggi pemeriksaan rapid test tersebut. Untuk di RSUD Muhammad Sani, biaya untuk pemeriksaan Rapid Test perorangnya senilai Rp 380 ribu.

Namun, per 6 Juli 2020 biaya rapid test utu resmi diturunkan merujuk kepada SE Menteri Kesehatan menjadi Rp 150 ribu.

“Iya benar, sekarang untuk rapid test hanya Rp 150 ribu. Sebelum adanya SE tersebut, biaya rapid test Rp 380 ribu,” kata dr Zulhadi.

Meski RSUD Muhammad Sani telah menerapkan SE tersebut, berbeda dengan klinik – klinik swasta di Karimun.

Biaya rapid test disejumlah Klinik masih di angka Rp 300 ribu. Hal itu, disebabkan biaya pengadaan alat rapid test tersebut lebih besar dibandingkan tarif yang ditetapkan

“Di Medic Center bisanya Rp 300 ribu, karena tidak memungkinkan segitu (Rp150ribu), kita beli reagen nya aja sudah segitu harganya. Jadi kita sanggupnya di angka ini,”ujar Direktur Medic Centre Karimun dr Rosdiana Lazuardi, Sabtu (11/7/2020).

Ia mengatakan, terkait biaya tersebut telah dikoordinasikannya bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun. Dan sudah mendapatkan persetujuan oleh Kepala Dinas kesehatan.

“Ya sudah lah begitu dulu, habis mau gimana lagi. Rapid test itu pengadaannya sebelum ada kebijakan pemerintah yang terbaru ini,” katanya.

Rosdiana menyebutkan, biaya sebesar Rp300 ribu untuk rapid test tersebut terdiri dari komponen-komponen biaya antara lain, Kit Rapid Rp150.000, Administrasi dan surat Rp 30.000, Biaya Hak Penggunaan Rp40.000 dan Biaya Jasa RP 80.000.

Dalam surat edaran Menkes itu disebutkan batasan tarif tertinggi untuk pemeriksaan rapid test antibodi adalah Rp 150.000. Dimana Besaran tarif tertinggi sebagaimana dimaksud berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan rapid test antibodi atas permintaan sendiri.

(rk)