Suasana di PT Unisem. (istimea)

Batam, Lendoot.com – Perkembangan perekonomian dunia yang penuh persaingan saat ini, juga berdampak pada perusahaan yang beroperasi di Batam. Salah satunya PT Unisem.

Perusahaan yang terletak di Kawasan Industri Batamindo, Batam, Kepri dipastikan tutup, karena dikabarkan merugi sejak dua tahun terakhir.

Kabar ini dibenarkan Manager Admin and General Affair PT Batamindo Investment Cakrawala, Tjaw Hioeng.

Ayung, sapaan akrabnya mengatakan, pihaknya baru mendapat informasi dari pihak perusahaan kalah akan menutup operasionalnya di Batam, Jumat (28/6/2019) sore.

“Minggu depan kita mau rapat dengan mereka,” kata Ayung kepada, Lendooot. com, Sabtu (29/6/2019)

Dari informasi yang diterima, perusahaan ini bukan melakukan relokasi ke tempat lain, melainkan karena mengalami kerugian terus-menerus lebih dari 2 tahun berturut-turut.

Kabar akan tutupnya PT Unisem ini juga sempat membuat heboh. Di antaranya, karena kabar itu muncul secara tiba-tiba. Diketahui PT Unisem sudah berdiri sejak 1991 lalu.

Di awal-awal berdiri, perusahaan ini bernama PT Astra Microtronic Indonesia. Jumlah karyawannya per hari ini 1505 orang. “Bidang usahanya assembly semi konductor,” jelas Ayung.

Pabrik Unisem di Batam menyediakan probe wafer, backgrinding wafer, pengemasan perakitan, tes akhir, dan pengiriman drop. (ronniye)

Sudah 62 Perusahaan Tutup di Batam Sejak 2018

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti angkat bicara. Menurutnya selama 2018 hingga 2019 sudah ada 62 Perusahaan di Kota Batam yang menutup usahanya.

Adapun penyebab utama perusahaan tutup,disebabkan tidak adanya pekerjaan dan tidak ada orderan kepada perusahaan.

“Sebab yang tutup ini banyak hanya sebagai perusahaan-perusahaan penunjang. Kalau perusahaan induknya sudah tidak bekerja lagi ya mereka otomatis tidak ada orderan,”terangnya.

Rudi juga berharap tahun depan masyarakat Batam, khususnya pencari kerja (Pencaker) akan mendapatkan kabar baik tentang perusahaan-perusahaan yang akan buka di Batam. Seperti yang baru-baru ini, perusahaan Iphone (Pegatron) dan McDermott.

Untuk masyarakat tetap sabar dan jangan panik karena pemerintah kota Batam akan memprioritaskan membangun dan mendorong Perusahaan di Batam agar tetap berjalan baik, dan bisa menyerap tenaga kerja baru sambung Rudi. (ronnye)