Tengku Wahyu, Wakil Sekretaris KNPI Kabupaten Karimun, (ist)

Karimun, Lendoot.com – Memorundum of Understanding (MoU) yang diteken antara Pemkab Karimun dengan tiga perusahaan besar yang berdiri di Pulau Karimun, mendapat apresiasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Karimun.

Hanya saja, KNPI Kabupaten Karimun berharap MoU tersebut dapat nyata dilaksanakan sehingga pemuda khususnya yang memiliki keahlian tidak hanya jadi penonton di negerinya sendiri.

“Kami mendukung dan mengapresiasi, hanya saja langkah nyatanya perlu dibuktikan,” ujar Tengku Wahyu, Wakil Sekretaris KNPI Kabupaten Karimun kepada Lendoot.com, siang tadi.

Tengku Wahyu mengatakan, KNPI sebagai induk organisasi kepemudaan di tingkat nasional dan di daerah ingin terus mengawal kebijakan pemerintah daerah. “Yang positif seperti ini kita dukung, tapi juga kita kawal. MoU itu harus diikuti langkah nyatanya,” tegasnya.

Kendati KNPI memberikan penegasan akan mengawal kebijakan pemerintah daerah yang dinilainya sudah baik tersebut, namun pemuda itu sendiri harus membekali dirinya untuk dapat bersaing dengan pekerja dari luar.

“Artinya, kita akan membantu memperjuangkan para pemuda kita, tapi tentunya pemuda kita juga harus siap mempersiapkan diri sesuai dengan keahliannya. Kalau ini terpenuhi, maka kita pastikan pemuda kita dapat bersaing dengan pekerja dari luar,” tambahnya.

Kalau sekira kita pemuda tak mampu bersaing karena memiliki kelemahan-kelemahan, tambahnya, jangan juga harus memaksakan diri. “Jangan berhenti berkarya, pemuda kita harus bisa menciptakan peluang-peluang usaha yang mendukung industri yang ada.

Setidaknya, multiflier effect dari industri yang ada masih sangat menjanjikan,” ujarnya.

Selain itu, KNPI juga berpesan kepada pemuda yang sudah diterima bekerja di perusahaan-perusahaan besar tersebut mengikuti standar perusahaan.

“Misalnya, dari etos kerjanya, perhatian atas tanggungjawabnya, kita harus bisa mengikuti standar mereka. Kalau tidak, tentu kita kalah saing lagi dengan peekrja dari luar walau kita punya skill,” pungkas Wahyu. (msa)