Politisi PKB, Muhammad Firdaus: Saya Siap jadi Kepanjangan Tangan Masyarakat

Pria berusia 30 tahun ini ingin memberi warna baru di dunia politik di Kabupaten Karimun. Dengan mengusung agent of change, Muhammad Firdaus berniat membawa perubahan bagi generasi muda, khususnya kalangan milenial di Kabupaten Karimun. Meski masih berusia muda, Ketua Melayu Raya Kabupaten Karimun ini memiliki motivasi yang tinggi sebagai penyambung lidah dan kepanjangan tangan masyarakatnya. Putra kedua dari pasangan Fauzi dan Baniar ini juga memiliki keyakinan bahwa, tidak ada yang tidak mungkin ketika memiliki keinginan untuk berbuat bagi masyarakat banyak, khususnya melalui suara di kursi DPRD Kabupaten Karimun.

Karimun, Lendoot.com – Setelah cukup lama berkiprah di dunia kepemudaan, organisasi daerah dan organsasi kemasyarakatan lainnya, Muhammad Firdaus akhirnya memutuskan untuk ikut serta dalam kancah politik di Pemilihan Legistlatif 2024 mendatang.

Pria berusia 30 tahun ini ingin memberi warna baru di dunia politik di Kabupaten Karimun. Dengan mengusung agent of change, Muhammad Firdaus berniat membawa perubahan bagi generasi muda, khususnya kalangan milenial di Kabupaten Karimun.

Meski berusia muda, Ketua Melayu Raya Kabupaten Karimun ini memiliki motivasi yang tinggi sebagai penyambung lidah dan kepanjangan tangan masyarakatnya.

Putra kedua dari pasangan Fauzi dan Baniar ini juga memiliki keyakinan bahwa, tidak ada yang tidak mungkin ketika memiliki keinginan untuk berbuat bagi masyarakat banyak, khususnya melalui suara di kursi DPRD Kabupaten Karimun.

“InshaAllah jika diamanahkan, saya siap mengemban tanggungjawab serta menampung aspirasi dan memperjuangkannya. Sebab, tujuan kita hidup adalah untuk dapat memberi manfaat kepada banyak orang,” ujarnya.

Ke depan, Muhammad Firdaus akan terjun ke politik dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk daerah pemilihan (Dapil) Karimun, Selat Gelam dan Buru. Salah satunya fokus perhatiannya kelak terpilih, dia akan memperhatikan pendidikan anak-anak hinterland atau pesisir.

“Anak-anak hinterland harus mempunyai kesetaraan sosial dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tidak terjadi kesenjangan yang tinggi kehidupan anak-anak hinterland di masyarakat,” ujarnya.

Firdaus juga ingin membantu membangkitkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di daerah ini agar dapat bersaing dengan daerah lain seperti di kabupaten dan kota lain di Kepri.

“UMKM kita sebenarnya mampu membentuk ciri khas Kabupaten Karimun.  Tak kalah dengan produk-produk kota besar lainnya, asalkan pemerintah hadir di sini.  Inilah salah satu dari beberapa motivasi saya lainnya untuk ikut pencalonan legislatif,” ungkapnya. (msa)