Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kairmun, Zifridin. (msa)

Karimun, Lendoot.com – Lomba Bercerita tingkat SD/MI se-Kabupaten Karimun yang ditaja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Karimun, telah dibuka. Antusias peserta terlihat saat acara pembukaan di ruang pertemuan lantai atas perpustakaan, lomba dibuka resmi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Karimun Zifridin, Rabu (24/3/2021). Acara dibuka pukul 08.00 WIB, puluhan peserta bahkan sudah datang sekitar pukul 08.00 WIB.

Sebelum membuka resmi lomba tersebut, Zifridin berpesan kepada para peserta lomba agar para juaranya nanti dapat menularkan budaya literasi tersebut kepada teman-teman lainnya. “Sehingga tujuan kegiatan literasi yang sangat penting bagi sikap dan mental penerus dareeah kita ini dapat tertular ke masyarakat penerus kita yang lain,” katanya.

Untuk diketahui. Literasi adalah keterampilan penting dalam hidup selama proses pembelajaran manusia. Budaya literasi yang tertanam dalam diri seseorang akan mempengaruhi tingkat keberhasilannya, baik di sekolah maupun di masyarakat.

Zifridin berharap kegiatan ini dapat membuahkan hasil berupa tujuan di atas, selain itu Dia berharap pemenang dapat mewakili kabupaten ini di tingkat provinsi. Harapan besarnya, anak Kabupaten Karimun dapat Berjaya juga di tingkat nasional.

Suasana acara pembukaan loimba story telling di Perpustakaan Daerah, pagi tadi. (msarih)

“Lomba bercerita ini adalah agenda nasional yang bertingkat. InshaAllah nanti ada di tingkat provinsi, lalu ke tingkat nasional. Mudah-mudahan yang juara dari sini kita bentuk lagi untuk bisa tampil dan juara di provinsi nanti. Tahun lalu juara nasionalnya anak Natuna. Kita tidak ikut karena kita pandemi (Covid-19). Ke depan kita harapkan kita bisa. Kita punya potensi untuk itu,” harapnya.

Elviyendra, Panitia kegiatan menjelaskan kegiatan digelar selama dua hari, hari ini dan besok. Pesertanya terdiri siswa-siswi SD/MI se-Kabupaten Karimun dengan jumlah peserta 24 anak. Para juri terdiri dari guru SMU satu orang, penggiat literasi satu orang dan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, satu orang.

Dari pantauan Lendoot.com, kegiatan menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat, baik pada peserta, pendamping, panitia, dewan juri dan tamu undangan. Pada pelaksanaan perlombaan para peserta akan di panggil sebanyak empat orang peserta dan empat orang pendamping ke tempat acara.

“Melalui membaca diharapkan dapat menyerap pengetahuan dan memberikan pengaruh budaya yang amat kuat terhadap pengembangan literasi. Untuk pengembangannya, kita menggelar lomba bercerita itu,” jelas Elviyendra.

Elviyendra menambahkan dewan juri terdiri penggiat literasi, Wrachma R Adji, seorang berprofesi guru Henni Nasution dan Elviyendra sendiri. Kegiatan ini, katanya, akan menjadi ajang pencarian bibit peserta untuk kegiatan sejenis di tingkat yang lebih tinggi. (msa)