Asral saat digiring petugas saat tiba di Kejagung RI, belum lama ini. (istimewa)

Karimun, Lendoot.com – Akhir pekan lalu, seorang pengusaha kenamaan Karimun berinisial Asral ditangkap. Tim Tabur Kejaksaan Agung (Kejagung) RI bersama Tim Tabur Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam menangkap Asral di Batam sebelum sempat mengecoh aparat kejaksaan.

Terpidana tindak pidana umum atas nama Asral itu ditangkap di Perumahan Citra Indah, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Asral masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) asal Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali. Ini berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor  555K/Pid/2020 tanggal 30 Juni 2020.

“Iya, Tim Kejari Batam bersama Tim Intelijen Kejaksaan Agung RI menangkap DPO asal Kejati Bali di kediamannya,” ucap Fauzi Kepala Seksi Intelijen atau Kasi Intel Kejari Batam, Fauzi seperti dikutip dari Tribunbatam.id.

Asral merupakan terpidana yang terbukti melanggar Pasal 263 Ayat (1) KUHP dalam perkara tindak pidana membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat membuat suatu hak, perikatan, atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti sesuatu hal seolah-olah isinya benar pada proses jual beli Villa Bali Rich (PT Bali Rich Mandiri) senilai Rp38 miliar. Terpidana dijatuhi hukuman pidana penjara selama empat tahun enam bulan.

Terpidana Asral  yang merupakan suami dari terpidana Tri Endang Astuti binti Solex Sutrisno diamankan Tim Tabur Kejaksaan Agung bersama Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam dan Tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Jumat 8 Januari 2021 lalu.

Terpidana sempat mengecoh pemantauan Tim Tabur Kejaksaan Agung dengan memesan dua buah tiket kapal laut atas nama Asral untuk berangkat ke Tanjung Balai Karimun. Hanya saja, yang berangkat ke Karimun bukanlah terpidana, melainkan dua orang adik keluarganya yang dalam manifes kapal dengan menggunakan nama Asral.

Terpidana dapat ditemukan di sebuah rumah di Perumahan Citra Indah Kota Batam. Penangkapan buronan terpidana Asral ini dibantu Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Barelang.

Saat ini, terpidana diamankan di kantor Kejari Batam dan selanjutnya diterbangkan ke Jakarta. Selanjutnya, Tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali akan menjemput dan membawa terpidana ke Bali untuk dieksekusi di Bali. (*/msa)