Karimun, Lendoot.com – Innalillahi wainnaillaihi rojiun, kabar duka datang dari Elandra Dwiguna (23), penderita kanker otak yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Elandra dikabarkan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis di RSUD Muhammad Sani sejak Juli lalu.

Elandra menghembuskan nafas terakhir Selasa (24/9/2019) sekira pukul 07.30 wib di ruang rawat inap lantai 5 kamar 508 RSUD Muhammad Sani.

Meninggalnya Elandra dibenarkan oleh Ayah Elandra Eli Kristianto. Ia mengaku tidak menyangka kalau anaknya akan pergi untuk selamanya. Padahal rencananya, Elandra akan dibawa pulang agar dapat beristirahat di rumah, dimana kondisinya yang semakin membaik.

“Rencananya hari ini mau saya bawa pulang. Kemarin sudah saya sampaikan ke Elandra, kita pulang besok ya nak, istirahat dirumah saja dan dia pun setuju. Tapi ketika saya baru siap sarapan seusai bekerja tadi pagi-pagi sekali dan akan menuju RSUD Muhammad Sani, saya dapat telepon bahwa Elandra sudah meninggal dunia,” kata Kristianto di rumah duka, Selasa (24/9/2019).

Eli mengatakan, dirinya tidak mendapatkan tanda-tanda kepergian Elandra. Hanya saja, pada Senin malam saat dia menemani sang anaknya di RSUD, tampak seperti sesak nafas namun tidak begitu kuat.

“Sesak tadi malam itu pun biasa, kemarin-kemarin sempat saya lihat dia sesak dan kembali normal. Artinya tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan kalau Elandra akan meninggalkan kami untuk selamanya tadi pagi,” katanya.

Kabar meninggalnya Elandra menarik simpati anggota DPRD Karimun Nyimas Novi Ujiani. Dengan didampingi Camat Karimun Arpan, mereka langsung bertakziah ke rumah duka di RT 06 RW 07 Kelurahan Teluk Air.

Dalam kesempatan itu Nyimas Novi Ujiani mengaku terkejut ketika mendapati informasi bahwa Elandra telah meninggal dunia. Dia mengaku sangat terkesan dan terpukul, lantaran turut serta mengantarkan almarhum langsung ke RSUD Muhammad Sani untuk segera ditangani tim medis.

“Kita sudah berupaya semaksimal mungkin, melibatkan berbagai pihak agar Elandara segera ditanani. Bahkan sudah dilakukan operasi kanker otak. Tapi Allah berkata lain, ini sudah ketetapan terhadap almarhum dan mungkin ini yang terbaik baginya,” kata Nyimas Novi.(ricky robiansyah)