Karimun, Lendoot.com – Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Cabang Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani merasa gusar. Pasalnya, perhatian Pemerintah Kabupaten Karimun terhadap dunia pendidikan, khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih rendah.

“Masih banyak sarana dan prasarana pendidikan bagi anak-anak PAUD yang belum tersentuh. Alokasi anggaran 20 persen sebagaimana amanat undang-undang itu, ya harusnya juga merata bagi kami. Kita sama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemkab Karimun perlu memperhatikan hal ini, agar terjadi pemerataan pendidikan bagi anak-anak kita,” kata Nyimas, usai menghadiri pentas seni Himpaudi Kecamatan Meral Barat, disejalankan pengukuhan PC Himpaudi se Pulau Karimun, Sabtu (30/3/2019).

Di tempat acara di Aula Kelurahan Darusalam Kecamatan Meral Barat, Nyimas juga mengatakan, sejauh ini kurang dari 40 persen tempat mendidik bagi anak-anak PAUD, sarana dan prasarananya dianggap memadai dan layak untuk digunakan sebagai sarana dan prasarana mendidik.

“Selebihnya, ya masih menunggu respon pemerintah. Memang kami pun paham Kabupaten Karimun masih memiliki keterbatasan anggaran, dan kebetulan saya masih menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Karimun, jadi tahu persoalan anggaran itu. Maka dari itu kita pun tidak muluk-muluk juga, apapun kondisinya ya kami wajib jalan demi masa depan generasi penerus. Hanya saja, ya disejajarkan lah dengan lembaga pendidikan yang lain,” pintanya.

Dalam pentas seni tersebut, Nyimas Novi juga menekankan agar para tenaga pendidik dan kependidikan harus bisa dalam segala hal dan tidak kaku. Sehingga harus mampu berperan dalam kondisi apapun, maka dalam kegiatan tersebut juga tetap didorong agar berani untuk memberikan penampilan yang maksimal.

“Artinya kita harus bisa mengolaboraskan kehidupan kita sehari-hari. Perlu diingat bahwa, meskipun insentif yang diterima tak seberapa, tapi butuh keikhlasan dalam mendidik anak-anak generasi emas ini. Ikhlas dengan apa yang didapat akan terasa lebih indah, syukuri apa yang sudah ada, mudah-mudahan nanti akan ada penambahan lagi,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, antara tenaga pendidik dan kependidikan dengan anak-anak PAUD saling unjuk kebolehan, menampilkan kreasi seninya. Mulai dari tarian, pembacaan syair atau gurindam 12, menyanyi, teater pendidikan dan sebagainya, sehingga membuat suasana jadi riuh. Bahkan Nyimas Novi juga ikut berbaur menari bersama guru PAUD dalam menampilkan kreasi tariannya. (muhamadsarih)