Meski Kritis, PLN Karimun Belum Padamkan Listrik Rumah Tangga

Hendrico mengatakan, sebenarnya masa pemeliharaannya sudah disampaikan pihak PLTUke PLNULP Karimun sejak sepekan lalu. Hanya saja mengingat ada pelaksanaan STQH X Provinsi Kepri di Kabupaten Karimun, maka Hendrico meminta penundaan. “Kalau kita paksakan saat pelaksaan STQH lalu itu, kita khawatir berdampak besar terhadap pelanggan masyarakat. Daya listrik kita prediksi tak memungkinkan cukup untuk STQH dan pelanggan masyarakat kalau PLTU keluar dari sistem,” jelasnya. Selasa (16/5/2023) pagi, PLTU Unit 2 akhinya baru masuk masa pemeliharaan. Hendrico mengatakan keluarnya PLTU Unit 2 dari sistem kelistrikan berkapasitas sekitar 5 Megawatt (MW), sehingga mengalami penurunan daya mampu menjadi 28 MW.

Karimun, Lendoot.com – Kondisi kelistrikan di PLN ULP Karimun saat ini terbilang masih rentan terjadi pemadaman.

Ketika satu unit mesin PLTU Tanjug Sebatak Unit I masih dalam masa perbaikan saat ini, maka PLN ULP Karimun saat ini terdapat defisit daya sebesar 1 Megawatt (MW).

Sejatinya, kebutuhan daya listrik saat beban puncak mencapai 28 MW, namun saat ini ketersediaan daya listrik di PLN ULP Karimun hanya tersisa 27 MW saja. Maka, pemadaman bisa saja terjadi sewaktu-waktu ketika pemakaian listrik di beban puncak mencapai 28 MW.

Hanya saja, Manajer PLN ULP Karimun Hendrico menjelaska bahwa cuaca yang dingin atau sejuk dalam dua pekan terkait membuat kebutuhan daya listrik pelanggannya tidak mencapai 28MW.

“Saat-saat hujan begini pemakaian listrik masyarakat antara 23 sampai 25MW saja. Jadi kita belum melakukan pemadaman, khususnya kepada pelanggan rumah tangga,” jelasnya.

Hendrico mengatakan, beberapa hari lalu pihaknya sempat memadamkan listrik di dua hotel besar di Karimun. Tujuannya, agar pasokan listrik ke rumah tangga tidak terganggu.

“Dalam satu minggu ini juga cuma satu kali karena cuaca panas, kami minta hotel memadamkan listriknya dari pukul 18.00 sampai dengan 20.00 WIB.  Itu juga cuma dua hotel besar saja,” pungkasnya. (msa)