Mengenal Kecamatan di Kabupaten Karimun, Kecamatan Kundur (5-Bersambung)

Konon, dulu ketika pelaut mendekat ke pulau ini akan langsung melihat hamparan batu-batuan besar di ujung tanjung. Atas ini sebagian besar masyarakat meyakini pulau ini dinamai dengan Tanjungbatu. “Dari hasil kajian sejarah, kalau kita datang ke pulau Tanjung Batu, dari kejauhan sudah tampak itu batu-batu yang besar. Tapi sekarang sudah tidak tampak lagi seiring banyaknya bangunan dan masyarakat yang menggunakan batu itu sebagai bahan bangunan, dan juga sudah rimbunnya pepohonan,” kata seorang warga, beberapa waktu lalu. Berdasarkan buku Sejarah Daerah di Kabupaten Karimun terbitan Dinas Pariwisata Seni Budaya Karimun, nama Tanjungbatu bermula dari sebuah wilayah di ujung pulau yang berupa sebuah tanjung (tanah yang menjorok ke laut). “Dari hasil kajian sejarah, kalau kita datang ke pulau Tanjung Batu, dari kejauhan sudah tampak itu batu-batu yang besar. Tapi sekarang sudah tidak tampak lagi seiring banyaknya bangunan dan masyarakat yang menggunakan batu itu sebagai bahan bangunan, dan juga sudah rimbunnya pepohonan,” kata seorang warga, beberapa waktu lalu.

Karimun, Lendoot.com – Kundur merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia yang beribu kota di Tanjung Batu Kota, Kundur, Kabupaten Karimun.

Kecamatan ini terletak di Pulau Kundur. Kecamatan Kundur Kota berbatasan dengan Kecamatan Kundur Utara, Karimun di Utara, Kecamatan Ungar, Karimun di Timur, Kecamatan Kundur Barat, Karimun dan Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau di bagian baratnya.

Sementara sebelah utaranya berbatasan dengan Kecamatan Durai, Karimun dan Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau di bagian selatannya.

Kecamatan Kundur Kota merupakan induk dari beberapa kecamatan hasil pemekaran. Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Kundur Barat dan Kecamatan Kundur Utara.

Kelurahan dan desa yang ada di Kecamatan Kundur di antaranya; Kelurahan Tanjung Batu Kota, Kelurahan Tanjung Batu Barat, Kelurahan Gading Sari, Desa Lubuk, Desa Sungai Sebesi dan Desa Sungai Ungar.

Merujuk kepada Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999 yang

ditetapkan di Jakarta pada tanggal 4 Oktober 1999, Kabupaten Karimun yang

dahulunya hanya terdiri dari  tiga kecamatan saja, yaitu Kecamatan Moro,

Kecamatan Kundur, dan Kecamatan Karimun. Kemudian berkembang menjadi  sembilan kecamatan pada 1999.

Kemudian pada Tahun 2012, berdasarkan Perda No. 02 Tahun 2012,

bulan Juli 2012, wilayah Kabupeten Karimun kembali mekar menjadi 12 (dua

belas) kecamatan, termasuk di dalamnya Kecamatan Kundur.

Melalui perda ini, wilayah Kabupaten Karimun memiliki 42 desa dan dengan 29 dua kelurahan. Berdasarkan data dari Bagian Pemerintahan Kabupaten Karimun, wilayah Kecamatan Kundur terletak diantara 0040’51” sampai dengan 0054’45” dan Lintang Utara dan 103037’17” sampai dengan 103058’43” Bujur Timur.

Terbentuknya Kecamatan Kundur adalah sebagai institusi eksekutif

yang akan menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan kemasyarakat

serta menjadi harapan untuk dapat menjawab setiap permasalahan maupun

tantangan yang muncul sesuai dengan perkembangan sosial ekonomi, sosial

budaya, politik, dan lainnya dalam masyarakat.

 Berdasarkan BPS Kabupaten Karimun, luas wilayah Kecamatan Kundur sebesar 116 kilometer persegi dengan desa Sei Sebesi sebagai wilayah terluas yaitu 21,55 persen dari totla luas kecamatan Kundur. Sementara jumlah penduduknya per 2019 mencapai 30.703 jiwa.

Pada tingkat pemerintahan yang lebih kecil, Kecamatan Kundur pada 

2019 terdiri dari; sembilan dusun, 51 RW , dan 144 RT. (**/msarih)