Karimun, Lendoot.com – Meski telah berdiri sejak lama, atau  sejak belasan tahun silam, namun Masjid Miftahul Jannah yang terletak di Jalan Raja Oesman Kelurahan Kapling Kecamatan Tebing, hingga kini belum juga mengantongi surat tanah hak milik.

Ikhlas, salah seorang pengurus Masjid Miftahul Jannah menuturkan, tanah untuk pendirian  masjid itu merupakan hibah dari warga setempat. Yang memang sejak semula tidak memiliki surat.

Atas persoalan itu, Ikhlas pun curhat dengan Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, yang kebetulan tengah melakukan safari ramadhan di masjid yang terletak persis di depan asrama polisi itu, Senin (20/5/2019) malam.

“Masjid Miftahul Jannah ini berlokasi di pingggir jalan. Tempat yang mudah disinggahi oleh musfir yang sedang dalam perjalanan dan akan menunaikan sholat. Namun muncul kekhawatiran kami, pertama karena tidak punya surat hak milik, sehingga akan sulit untuk melakukan pembangunan ataupun mendapatkan bantuan nantinya,” jelas Ikhlas.

Bahkan lanjut dia, ketika pengurus masjid melakukan pengajuan untuk mendapatkan surat tanah berupa sertifikat hak milik, sampai saat ini tak kunjung selesai dan masih dalam proses di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tanjungbalai Karimun.

“Yang menghibahkan tanah ini memang tak punya surat waktu itu. Kami baru terpikirkan saat ini bahwa kalau untuk melakukan pembangunan, apa lagi anggarannya dari pemerintah tentu akan kesulitan jika tak punya surat,” ucapnya.

Kata Ikhlas, kondisi Masjid Miftahul Jannah dari tahun ketahun jamaah yang memadati Masjid semakin ramai. Terlebih saat bulan suci ramadhan atapun saat sholat Jumat. Sehingga perlu dilakukan rehab atau bangun total untuk diperbesar lagi.

Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim menanggapi persoalan tersebut. Dia meminta agar secepatnya ditelusuri dengan baik. Jangan sampai nanti timbul masalah dikemudian hari.

“Makanya dalam rombongan safari ramadhan sengaja kami bawa para Organsiasi Perangkat Daerah (OPD), sehingga dalam setiap kunjungan ketika ada permasalahan akan langsung dicatat dan dicarikan solusi. Untuk masalah Masjid Miftahul Jannah ini, saya minta Asisten I, Muhammad Tang yang mengkoordinir dan harus duduk bersama dengan pengurus masjid, undang Camat dan Lurah, selesaikan apa yang perlu dilengkapi,” kata Anwar.

Anwar juga mengakui bahwa dia kerap singgah ke Masjid Miftahul Jannah ketika dalam perjalanan akan menuju kantornya, saat jam sholat wajib sudah tiba sehingga akan mencari masjid terdekat dan kerap shola di masjid tersebut.

“Memang masjid ini merupakan lokasi alternafit ketika dalam perjalanan, posisinya tepat dipinggir jalan dan tidak macet juga. Jadi saya sering sholat disini kalau lagi dalam perjalanan dan saat waktu sholat sudah tiba. Jadi kita sama-sama cari solusinya agar status lahan masjid ini jadi jelas kepemilikannya,” ucap Anwar. (trirahardi)