LPPM Uniba Dorong Transformasi Riset Mahasiswa lewat Kolaborasi Interdisipliner dan Teknologi Digital

Prof Dr sc agr Iwan Rudiarto ST MSc selaku Guru Besar Bidang Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro usai Seminar dan Workshop Metodologi Penelitian digelar Uniba, Batam, Jumat . (ft uniba)

Batam – Universitas Batam (Uniba) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kualitas riset akademik dengan menggelar rangkaian Seminar dan Workshop Metodologi Penelitian selama dua hari berturut-turut, 12–13 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan inisiatif Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Uniba yang berperan sebagai katalis dalam memperkuat budaya riset lintas fakultas di era digital.

Seminar yang mengangkat tema “Langkah Strategis Dalam Merancang Penelitian di Era Digital” ini bukan sekadar forum akademik, melainkan wujud nyata peran aktif LPPM dalam mengintegrasikan berbagai pendekatan metodologis, pemanfaatan teknologi, serta penguatan jejaring akademik nasional. Wakil Rektor I Uniba, Prof. Dr. Ir. H. Chablullah Wibisono, M.M, membuka secara resmi acara yang digelar di Gedung Graha Bintang, Jumat akhir pekan kemarin.

Hadir sebagai narasumber utama, Prof. Dr. sc. agr. Iwan Rudiarto ST., MSc selaku Guru Besar Bidang Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro. Iwan menekankan pentingnya pemilihan metode yang tepat sesuai karakter penelitian mahasiswa. Ia juga menyuarakan pendekatan bijak terhadap penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam riset. “AI adalah alat bantu, bukan pengganti. Mahasiswa perlu paham kapan dan bagaimana menggunakannya secara etis dan efektif,” ujarnya.

Dalam sesi yang sama, Dr. Harapan DTM&H., M.Infect.Dis. Ph.D selaku Peneliti Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dan Dr. Sihar Tambun S.E., M.Si., Ak selaku CEO NV Consultant Indonesia dan Dosen Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta turut memperkaya wawasan peserta dengan pengalaman praktis dalam bidang mikrobiologi serta strategi manajerial riset.

Sementara itu adapun moderator Seminar Metodologi Penelitian diisi oleh, Dr. Ns. Ana Faizah, S.Kep., M.Bmd selaku Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Batam, Assoc. Prof. Dr. Ir. Yuanita FD Sidabutar, ST., M.Si selaku Wakil Kepala LPPM dan Ka. Prodi Magister Perencanaan Wilayah. Dan terakhir Raymond, SE., M.Sc. selaku Sekretaris LPPM dan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Batam.

Menariknya, kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari seluruh jenjang—S1, S2, hingga S3—dengan total peserta mencapai 500 orang baik secara daring maupun luring. “Dengan latar belakang peserta yang beragam, kegiatan ini menciptakan ruang diskusi yang dinamis dan saling melengkapi,” ungkap Assoc. Prof. Dr. Ir. Yuanita FD Sidabutar, Wakil Kepala LPPM.

Workshop Terapan untuk Akselerasi Studi

Sebelumnya, pada Kamis (12/6), LPPM Uniba juga menggelar Workshop Teknik Olah Data Riset dengan Software AMOS, bertempat di Rumengan Hall. Workshop ini menyasar mahasiswa pascasarjana dan bertujuan mempercepat proses penyusunan tesis dan disertasi melalui penerapan software analisis statistik modern.

Ir. Herlina Suciati, ketua panitia, menegaskan bahwa penggunaan teknologi dalam riset bukan hanya memudahkan proses analisis, tetapi juga mendongkrak peluang publikasi di jurnal terakreditasi. “Dengan tools yang tepat, mahasiswa bisa lebih efisien dalam menyusun penelitian berkualitas dan relevan,” ujarnya.

Sementara itu, Yuanita menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi institusional dalam mendorong peningkatan publikasi ilmiah dan penyesuaian roadmap penelitian tiap prodi.

Sebagai lembaga yang memiliki mandat ganda—penelitian dan pengabdian kepada masyarakat—LPPM Uniba memanfaatkan momentum ini untuk menyinergikan kegiatan akademik lintas fakultas. Tahun ini, kegiatan dirancang bersama lima fakultas: Kedokteran, Ilmu Kesehatan, Teknik, Ekonomi dan Bisnis, serta Hukum.

“Ini tahun kedua kami menyelenggarakan seminar dan workshop secara kolaboratif lintas fakultas. Ini bukan hanya soal metodologi, tapi juga soal membangun budaya riset yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” tutup Yuanita. (*/rst)