Karimun, Lendoot.com – Berita tentang wisata mancanegara (Wisman) yang datang ke Karimun untuk destinasi seks, mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Sebagian kelompok masyarakat menolak sebutan tersebut.
Ada yang menolak secara halus dan elegan dengan memberikan solusi kepada pemerintah daerah agar dapat dicarikan solusinya agar citra Karimun sebagai destinasi seks tersebut hilang, namun ada juga sekelompok lainnya menolaknya dengan tegas.
Seperti Laskar Melayu Bersatu (LMB) melalui Ketuanya, Datok Panglima Muda
Zulfikar meminta agar kesan Karimun sebagai destinasi seks tidak berkembang, secara halus menyampaikan agar sebutan tersebut dihapuskan saja.
“Ya, kami menolak sebutan itu. Agar jangan lagi ada yang menggunakan kata itu, maka kami minta tolong diralat. Sebab itu memukul perasaan kami warga Karimun,” pinta Datok Zulfikar.
Hal senada diungkapkan Wakil Sekretaris I Kerukukan Pemuda Karimun (KPK) Kabupaten Karimun, Marta Lapena Putra. Penolakannya terhadap sebutan Karimun destinasi seks disampaikannya langsung kepada Lendoot.com secara tegas di Kedai Kopi Talaps Karimun, Sabtu (11/6/2022).
“Sebutan itu sangat mencoreng nama daerah kami. Kami tidak terima. Ya, kami menolak dengan tegas,” ujarnya dengan nada tinggi mencoba mengklarifikasi kesebutan Karimun tersebut didampingi Wakil Sekretaris II Hari Mardiansyah dan Ketua Harian Jumaidi.
Sementara itu, meski menolak namun Datok Panglima Muda Zulfikar mengatakan agar hal seperti ini tidak terulang, dan sebutan itu secepatnya hilang, maka pemerintah daerah harus bekerja ekstra keras menyelesaikan permasalahan ini.
“Kita minta agar pemerintah daerah, khususnya dinas pariwisata agar mencarikan solusi agar kesan sebutan negatif itu hilang. Kita minta dinas agar dapat meningkatkan lagi potensi wisata yang lain, seperti wisata alam, wisata religi, dan wisata lainnya,” tegasnya.
Sementara itu di tempat terpisah, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Nyimas Novi Ujiani mengungkapkan sikap yang sama. Hanya saja, Nyimas berharap agar sebutan negatif terhadap daerah ini bisa hilang, maka langkah meningkatkan potensi destinasi wisata lainnya harus digelorakan.
“Untuk itu, kami akan melakukan langkah hearing dengan dinas pariwisata (Dinas Pariwisata Seni Budaya Karimun/Disparsebut,red). Nanti kita minta agar lebih meningkatkan kinerjanya, supaya kesan daerah kita seperti itu bisa segera hilang,” ujar Nyimas yang juga menjabat Ketua Komisi II DPRD Karimun itu.
Sebelumnya, sejumlah stakeholders, seperti sopir pelabuhan mengungkapkan uneg-unegnya kepada Lendoot.com terkait kunjungan Wisman sangat rendah karena potensi wisata yang belum maksimal digarap pemerintah daerah. (msa)




