Karimun, Lendoot.com – Masyarakat Jakarta yang notabene mengusung budaya Betawi yang menetap di Provinsi Kepri, menunjukkan jati dirinya.

Dengan membentuk Forum Silaturahmi Warga Jakarta (Fosiwaja), para pendirinya berkeinginan tetap dapat melestarikan budaya tanah kelahirannya di tanah rantau.


“Kita sudah beranak pinak di Kepri ini. Anak-anak kita sudah menjadi warga Kepri, tapi mereka juga perlu tahu dan bangga terhadap orangtua mereka yang lahir dan berasal dari Jakarta. Asal budaya Betawi harus kita lestarikan meski di perantauan,” kata Budi Jalu selaku pendiri Fosiwaja Kepri saat mendampingi pembentukkan kepengurusan Fosiwaja Kabupaten Karimun, kemarin.

Imam Satoto, selaku Sekretaris Umum Fosiwaja Kepri mengungkapkan rasa bangganya terkait kekompakan warga Jakarta di Karimun. Dia menilai keberadaan warga Jakarta di Karomun perlu bersatu sehingga dapat memberi warna dan peran serta bagi pembangunan di daerah ini.

Zaky, Ketua Fosiwaja Kabupaten Karimun mengatakan selama ini masyarakat Jakarta di Karimun sudah melakukan kegiatan-kegiatan sosial bersama, saling silaturahmi, serta berbaur dengan suku lain di daerah ini.


“Cuman, memang kita belum ada wadah resminya. Mudah-mudahan dengan Fosiwaja ini, persaudaraan sesama warga Jakarta di perantauan semakin erat. Sehingga, budaya Betawi tak ada matinye meski kita tetap cinta daerah tempat kita tinggal sekarang ini,” katanya.

Di Kepri, jumlah warga Jakarta terbilang besar. Khususnya di Kota Batam. Tak dapat dipungkiri, sebagai masyarakat modern, warga Jakarta yang biasanya sulit merantau akhirnya harus terikut arus zaman.

“Alasan pindah pekerjaan ke Batam dan Kepri umumnya, ikut istri atau suami atau kelurga besar, akhirnya mau tak mau orang Jakarta merantau juga. Dan, dengan wadah ini, kita berharap warga Jakarta semakin mesra dan erat untuk sama-sama membangun di daerah tempatnya merantau,” ujar Babe Yatman sesepuh Betawi di Kabupaten Karimun. (muhdsarih)