Keberadaan usaha kecil menengah (UKM) dan koperasi di tengah masyarakat sepertinya masih belum terlihat dan perhatian serius dinas terkait.  Padahal, sebenarnya UKM dan koperasi merupakan sektor yang menguatkan ekonomi nasionalsaat terjadi kirisis ekonomi pada 1998 lalu.

Seperti Kelompok Usaha Bersama  (Kube) Al-Azam di Kelurahan Sungai Pasir Kecamatan Meral Kabupaten Karimun ini. Awalnya, Kube yang terbentuk dari beberapa usaha sejenis ini mendapat perhatian pemerintah berupa guliran modal usaha sebesar Rp10 juta.

Usaha ini cukup menjanjikan. Dari modal usaha itu para pengelolanya, Ketua Nurida Ningsih dan Bendaharanya, Sri Suryana mengatakan, awalnya usaha dari usaha masing-masing. Tahun 2019 dibantu pemerintah Rp20 juta. Mereka membuat kue-kue kering, seperti keripik pisang, peyek, dan kue-kue yang dijual ke sekolah-sekolah.

“Alhamdulillah dalam perjalanan ini, kami dibantu pemerintah. Kami buat alat-alat dan sebagainya dari uang bantuan itu,” kata Suryana menjelaskan.

Dalam perjalanannya, usaha ini bisa tetap bertahan. Hanya saja Kube Al-Azam ini mengalami kendala di pemasaran karena barang produksinya. Alat vakum penyedot minyak dan bantuan dalam usaha mendapatkan izin dari pihak-pihak terkait, seperti izin usaha rumah tangga. “Sehingga produk kami bisa diterima di mini market-minimarket,” tambahnya.

Camat Meral, Herisa Anugerah mengatakan usaha seperti ini menjadi perhatian serius pihaknya. Beberapa UKM yang lain juga menjadi perhatian pihak kecamatan sehingga usaha-usaha kecil di kecamatannya bisa lebih maksimal.

“Kita akan dorong terus UKM-UKM lainnya, seperti Kube Al Azam ini. Selain usahanya ini dipasarkan di warung-warung, kita harapkan UKM seperti ini memanfaatkan media sosial untuk pemasarannya,” katanya. (msa)

Tonton juga videonya…