Kolaborasi Mampu Ciptakan Destinasi Wisata Unggulan Baru

Jakarta – Kolaborasi kolosal lintas kementerian/lembaga (K/L) dalam menciptakan destinasi wisata baru yang mampu mengungguli Bali.

Memasuki era pascapandemi, pemerintah mempunyai sejumlah target menyiapkan destinasi wisata unggulan yang berkualitas dan berkelanjutan. Khususnya di lima destinasi superprioritas (DSP) yakni Mandalika, Labuan Bajo, Likupang, Danau Toba, dan Borobudur.

Pembangunan juga dilakukan pada kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata yang terdapat di Tanjung Kelayang di Pulau Belitung, KEK Tanjung Lesung di Banten, KEK Lido di Jawa Barat, KEK Singhasari di Malang, KEK Mandalika, dan KEK Likupang di Minahasa Utara.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan diperlukan kolaborasi yang kuat antar-kementerian/lembaga dalam pengembangan atraksi, aksesibilitas, dan amenitas (3A), SDM, industri dan investasi, pengembangan promosi, pengembangan produk dan acara, serta pengembangan produk ekonomi kreatif.

“Ini adalah suatu kolaborasi kolosal lintas kementerian/lembaga dan kinerja dari DSP serta KEK pariwisata yang kita lakukan untuk menopang persiapan dari DSP menjadi destinasi unggulan,” katanya di Jakarta seperti lendoot.com kutip dari indonesia.go.id, Sabtu (21/1/2023).

Kolaborasi Kemeterian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dilakukan dalam bentuk pembangunan infrastruktur jalan, penataan kawasan, penyediaan air bersih dan sanitasi, pembangunan homestay atau sarhunta.

Sedangkan dengan Kementerian Perhubungan, kolaborasi digelar demi meningkatkan konektivitas darat. Sementara dengan stakeholder lain, baik pemerintah pusat dan pemerintah daerah, kolaborasi dilakukan untuk mendorong investasi pembangunan infrastruktur sektor BUMN dan swasta.

Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Vinsensius Jemadu mengatakan, pengembangan DSP dan KEK pariwisata menunjukkan progres yang signifikan. “Kita bersyukur bahwa sebagian besar menunjukkan progres yang signifikan, karena masih ada beberapa KEK yang masih membutuhkan perhatian khusus untuk didorong investasinya. Khususnya, kami di Kemenparekraf sangat berterima kasih kepada Kementerian PUPR yang memang kontribusinya luar biasa dalam infrastruktur,” kata Vinsensius.

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba Jimmy Bernando Panjaitan mengatakan, DSP danau di Sumatra Utara itu mengalami perkembangan positif pada 3A. Di antaranya, dilaksanakannya ground breaking hotel bintang lima pertama di kawasan Toba Caldera Resort pada 21 Desember 2022, hingga pengerjaan jalan tol Medan-Danau Toba. “Besar harapan, itu akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Danau Toba,” katanya.

Lalu terkait dengan aksesibilitas, kini masih dalam masa pembangunan Airport Sibisa. Diharapkan, pada 2023 akan selesai. Tol dari Medan ke Kualanamu juga diharapkan dalam waktu dekat ini akan sudah sampai Siantar, artinya ini sudah memotong separo jalan dari Medan ke Danau Toba, yang tadinya bisa 4–5 jam.

“Dengan adanya tol tersebut kami harapkan dari Medan ke Parapat hanya 2,5 jam. Dan nanti, setelah tol di Siantar jadi, tol tersebut sampai ke Parapat, jika sudah terbangun maka dari Medan ke Kualanamu hanya 1,5 jam,” kata Jimmy.

Jimmy memaparkan, di Kawasan Danau Toba akan digelar balapan sejenis Formula 1, yakni Kejuaraan Dunia Perahu Motor Formula 1 (F1 Powerboat). Acara bertaraf internasional itu digelar pada 24-26 Februari 2022, yang diselenggarakan di Balige, Kabupaten Toba, Sumatra Utara.

“Jadi seperti Mandalika nanti, tapi di air Danau Toba. Ini akan menjadi event nasional paling besar yang dimiliki Danau Toba untuk meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara,” kata Jimmy. (**/sar)