Upacara 17 Hari bulan Kabupaten Karimun, Senin (20/5/2019). Letkol Arm Rizal Analdie bertindak sebagai Irup dalam upacara tersebut.

Karimun, Lendoot.com – Kodim 0317/TBK memperingati Hari Kebangkitan Nasional Ke-111 yang disejalankan dengan upacara 17 Hari bulan Kabupaten Karimun, Senin (20/5/2019). Letkol Arm Rizal Analdie bertindak sebagai Irup dalam upacara tersebut.

Upacara yang digelar di lapangan Kantor Bupati Karimun Jalan Jenderal Sudirman Poros Kelurahan Sungai raya Kecamatan Meral itu turut dihadiri Bupati Karimun Aunur Rafiq, Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, Danlanal TBK Letkol Laut (P) Catur Yogiantoro.

Kakorum Kompi Senapan B RK 136/Tuah sakti Lettu Inf Afrizal, Kepala BPN Karimun Jemmy, Kapolsek Balai AKP Budi Hartoni, Danki Brimob Karimun Iptu Gun Gun, Kepala BNNK Karimun Ahmad Soleh, Para Asisten, Kadis dan Kabag.

Sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI yang dibacakan oleh Dandim 0317/TBK Letkol Arm Rizal Analdie menyampaikan, dengan mengusung team “Bangkit Untuk Bersatu” bertujuan bangkit untuk kembali menjalin persatuan dan kesatuan dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia.

Bangsa ini adalah bangsa yang besar. Bangsa yang mampu terus menghidupi semangat persatuannya selama berabad-abad. Kuncinya ada dalam dwilingga salin suara gotong-royong.

Menurut Bung Karno “Jika kuperas yang lima ini menjadi satu, maka dapatlah aku satu perkataan yang tulen, yaitu perkataan gotong royong. Gotong-royong adalah pembantingan-tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua.

Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama! Itulah Gotong Royong!” Yel-yel “holopis-kuntul baris” adalah aba-aba nenek moyang kita di tanah Jawa, digunakan sebagai paduan suara untuk memberi semangat ketika mengerjakan tugas berat yang hanya bisa dikerjakan secara bergotong-royong, bersama-sama. Yel-yel ini disorakkan ketika kita membutuhkan gerak yang seirama, agar tujuan kita satu semata.

Sebagaimana diserukan oleh Bapak Presiden Joko Widodo pada pidato di Depan Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2018 lalu, dari tanah Minang kita diimbau dengan petuah ‘Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang’.

Kita juga diwarisi pepatah Sunda yang berbunyi ‘Sacangreud pageuh, sagolek pangkek’. Dari Bumi Anging Mamiri, kita bersama-sama belajar ‘Reso temma-ngingi, nama-lomo, nale-tei, pammase dewata’. Dari Bumi Gora, kita diminta: ‘Bareng bejukung, bareng bebose. Dari Banua Banjar kita bersama-sama menjunjung ‘Waja sampai kaputing’. Semua menganjurkan bekerja secara gotong-royong. (riandi)