Aunur Rafiq menitikkan air mata ketika guru SMA-nya menceriktan masa lalunya. (ist)

Yang kita tanam saat ini, bisa jadi buah di kemudian hari. Menanam kebaikan, akan berbuah baik, pun sebaliknya. Aunur Rafiq,  Calon Bupati Karimun pada Pilkada 2020 Nomor Urut 1, menjadi salah satu contoh pribadi yang merasakannya.

Buah yang ditanamnya ketika beranjak dewasa di masa SMA, rentang 1981-1983, Rafiq pernah menanam bibit kebaikan. Ya, kebaikan yang tidak dapat dilupakan, khususnya para gurunya.

Ini terungkap saat Rafiq menggelar kampanye dialogis di Gang Babussalam Baran Tiga  Kelurahan Meral Kota, Kecamatan Meral Kabupaten Karimun, Jum’at (13/11/2020) sore.

Saat melihat satu sosok di tengah kerumunan massa kampanye, Rafiq langsung menyampaikan sambutan rasa hormatnya terhadap sosok tersebut. Dia adalah seorang ibu cukup usia. Singkat cerita, si ibu tua itu diajak Rafiq tampil ke muka.

Si ibu itu diketahui bernama, Yusnilizar atau lebih dikenal Buk Wis. Usianya kini memasuki 66 tahun. Sebelum memulai bicara di depan microphone, tatapan penuh bangga jelas terlihat dari tatapan si ibu kepada sosok Rafiq.

Berdiri di samping Aunur Rafiq, si ibu dengan penuh takzim menyambut kesempatan yang diberikan Rafiq untuk menyampaikan sepatah-dua patah kata di depan para tetangganya itu.

“Alhamdulillah hari ini dapat bertemu dengan anak didik saya. Anak saya ini dari pertama masuk SMA sampai selesai adalah anak yang sangat penyantun, penyayang dan patuh. Saya sangat-sangat terharu, dia tidak pernah bermasalah di sekolah,” ungkap Yusnilizar.

Yah, ternyatra Yusnilizar, merupakan guru semasa Rafiq duduk di bangku SMA. Aunur Rafiq di mata Buk Wis adalah sosok siswa yang  rajin membantu sesama. Ia mengatakan bahwa Aunur Rafiq sangat pantas menjadi panutan. Dulu, maupun saat ini, katanya.

“Dulu itu, guru-guru kan dapat jatah beras. Saya ingat sekali bahwa setiap kali dapat jatah beras, Saya selalu minta tolong beliau (Rafiq, red) bersama teman-temannya untuk membantu Saya mengantarkan beras ke rumah. Zaman itu  anak-anak muda tidak malu. Jadi Saya rasa beliau pantas sekali, dari masa kecilnya saja sudah nampak bahwa dia adalah orang yang betul-betul bisa jadi panutan bagi kita semua,” ujar Yusnilizar

Mendengar kisah masa itu, Aunur Rafiq tampak tak kuasa menahan air mata. Sesekali Rafiq mengusap pipinya dengan wajah menerawang, mengingat masa-masa yang diceritakan Buk Wis tersebut.

Buk Wis merupakan salah seorang guru di bangku SMA jurusan IPA di SMA Negeri 1 Karimun. Buk Wis kala itu mengajar pelajaran Biologi, yang salah satu muridnya, Aunur Rafiq.

Di akhir kesempatan berbicara di muka umum, Buk Wis tak tahan untuk menyampaikan dukungan kepada murid yang tampak sangat dibanggakan dan disayanginya itu.

“Mari semuanya, tidak ada yang lain lagi pilihan kita, ARAH tetap di depan kita. Hasil kerja beliau di periode pertamanya, saya puas sekali, dah nampak banyaknya hasil-hasil yang dikerjakan. Beliau bersama pak Anwar Hasyim merupakan pasangan yang sangat pas untuk memimpin Kabupaten Karimun,” jelas Yusnilizar.

Mendengar mendapat dukungan dari guru SMA-nya, Rafiq kembali tak dapat menutupi rasa harunya. Lagi, wajah Rafiq memerah dan titikan air mata tak dapat lagi disembunyikannya.

“Saya sangat terharu atas dukungan yang diberikan dari salah seorang guru Saya, Buk Wis. Terimakasih buk Wis, Saya akan berupaya terus berbuat untuk Kabupaten Karimun. Semoga Allah meridhoi niat Saya untuk kembali melanjutkan pembangunan di Kabupaten Karimun,” kata Aunur Rafiq.

Kebaikan yang ditanam Rafiq berbuah manis. Mungkin, Rafiq tak pernah membayangkan atau mengharapkan balasan ketika dulu membantu teman dan guru-gurunya. Dan, kebaikannya dulu berbuah manis kini, terbuktikan. (muhdsarih)