Kadistan Karimun bersama staf sedang meninjau perkebunan kelapa di Sungai Sebesi Kundur, belum lama ini (ist)

Karimun, Lendoot.com – Keberpihakan Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun terhadap petani ditunjukkan dengan sikap tegas terhadap perusahaan besar, seperti perusahaan ekpostir kelapa di Kundur, PT Saricotama Indonesia Kundur, Kabupaten Karimun.

Yang dilakukan Kepala Dinas  Pangan dan Pertanian Karimun, Sukrianto salah satu sikap yang menunjukkan hal tersebut. Sukrianto dengan tegas mewajibkan PT Saricotama menerima setiap hasil panen kelapa petani setempat di Kundur.

Suasana pengolahan kelapa di perusahaan pengekspor bangkil kelapa di Kundur.

“Jadi untuk melindungi petani kelapa kita, Pemda menekankan PT Saricotama wajib menerima penjualan kelapa petani kita, berapa butirpun, mereka terima,” tegas Sukrianto kepada Lendoot.com, siang tadi.

Meski tidak ada syarat tertulis, PT Saricotama sebagai eksportir kelapa yang berdiri di Kundur, menerima permintaan Pemerintah Daerah melalui Sukrianto tersebut.

“Alhamdulillah, mereka menyambut baik permintaan kita, dan sampai saat ini PT Saricotama berkomitmen untuk itu (menerima hasil tani kelapa, red),” jelasnya.

Sukrianto mengatakan usaha komoditi kelapa masih sangat menjanjikan.

Bahkan kelapa menjadi komoditi yang diprioritaskan pengembangannya ,selain karet dan gambir. “Tiga komoditi ini menjadi perhatian serius kita untuk dikembangkan,” tambahnya.

Sukrianto memaparkan bahwa, kebutuhan kepala untuk Kota Batam saja masih disuplay dari Kabupaten Karimun dengan catatan pengiriman 72.000 butir per bulan untuk kelapa tua. “Untuk kelapa mudanya 12.000 butir per bulan. Kelapa tua sumbernya paling banyak dari Durai, dan  kelapa  mudanya dari Kundur,” paparnya.

Terlebih lagi bicara tentang kelapa yang dibutuhkan PT Saricotama Indonesia, Kundur. Saat ini kebutuhan kelapa perusahaan mencapai 2.400 ton per bulan.

“Perlu diketahui, saat ini petani kita hanya mampu memenuhi 50 ton saja atau sekitar 2 persennya saja. Makanya, potensi kelapa masih sangat menjanjikan untuk dikembangkan di Kabupaten Karimun,” jelas Sukrianto

Untuk meraih potensi tersebut buat petaninya, Pemkab Karimun mengatakan ada beberapa  langkah kebijakan yang dilakukan dinasnya.

Pertama, melakukan  perbaikan sarana penunjang kultur teknis budidaya tanaman kelapa, seperti pembangunan dan perbaikan tanggul dan pintu air.

“Ini untuk melindungi perkebunan kelapa rakyat di pesisr, seperti di Kundur dan Durai, dari abrasi air laut” jelasnya.

Salah satu perkebunan kelapa pendukung Gratieks di Kundur. (ist)

Kebijakan lainnya yang diambil  di antaranya; peremajaan tanaman tua rusak (TTR), pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit, serta penyediaan bibit unggul.

“Kita sudah punya pohon induk terpilih (PIT) di desa Sungai Sebesi dan Sungai Ungar, yang pelaksanaannya dilakukan oleh kepala dinas periode sebelum saya. Tahun ini dilanjutkan dengan pemeliharaan. PIT kita kualitasnya sangat baik, cuma belum sertifikasi saja.  PIT ini merupakan hasil kerjasama kita dengan Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Manado Sulawesi Utara,” paparnya.

Sementara langkah ekstensifikasi, atau perluasan perkebunan kelapa yang saat ini masih dalam proses perencanaan yang juga sudah mendapat sinyal positif dari Plt Gubernur Kepri dengan program 1 Miliyar kelapanya. (msa)