Karimun, Lendoot.com- Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM mengoptimalkan penyebaran tabung gas Elpiji 3 Kilogram sesuai target yang ditetapkan yakni sejumlah 130 ribu. Hal tersebut bertujuan untuk mempercepat 100 persen penghapusan subsidi minyak tanah di Kabupaten Karimun.

Kadisdagkop, UKM dan ESDM Muhammad Yosli mengatakan, saat ini untuk wilayah Karimun masih disediakan 10 persen kuota Mitan Bersubsidi atau berjumlah 120 KL perbulannya untuk masyarakat Kabupaten Karimun.

“Sekarang dikurangi tinggal 10 persen untuk masing-masing pangkalan, atau kurang dari 120 KL secara keseluruhan. Stok yang ada saat ini hanya tinggal untuk September, gabungan dari September sebanyak 250 KL. Makanya bulan depan sudah tidak ada lagi,” kata Yosli, Jumat (20/9/2019).

Menyiasati kebutuhan masyarakat akan Mitan yang cukup tinggi, Yosli mengaku akan mengoptimalkan penyebaran tabung gas LPG tiga kilogram. Yang saat ini baru mencapai 80.000, dan ditargetkan harus mencapai 130.000 tabung.

“Sebelumnya iyu, hanya SPBE yang di Tanjunguban yang ada di Tanjunguban, sekarang sedang dipersiapkan satu SPBE lagi di Tanjungpinang, artinya kita tidak perlu lama-lama antri dan akan dengan cepat dikirim ke Karimun. Sehingga, pertamina pun berjanji akan menyetop peredaran minyak tanah mulai bulan depan,” kata Yosli.

Ia menyebutkan, saat ini Harga Eceran Tertinggi (HET) gas Elpiji 3 Kilogram di Kabupaten Karimun bervariatif. Seperti di Pulau Karimun mencapai Rp25.000, untuk Kecamatan Moro Rp24.000, Pulau Kundur Rp26.000, Kecamatan Durai Rp26.000, Kecamatan Ungar dan Belat Rp27.000, karena ditambahkan ongkos kirim dari Kundur.

“HET memang segitu, makanya saya minta dan wajib dibuat plang HET seluruh pangkalan. kecuali masyarakat beli dan minta tolong diantar, mungkin ada tambahan Rp2000 untuk pengantaran sampai kerumah,” katanya.(ricky robiansyah)